suplemenGKI.com

KEKUATAN PENGHARAPAN

Mazmur 126:1-6

 

PENGANTAR

Peralihan dari gelap malam menuju terang pagi merupakan fenomena alam yang sangat menakjubkan. Warna semburat merah yang kemudian berubah kuning menyala, menggantikan malam, seolah menyampaikan pesan pentingnya pengharapan sebagai kekuatan di tengah pergumulan. Kebenaran inilah yang pemazmur hayati dan ceritakan. Mari kita baca dan pelajari.

PEMAHAMAN

  • Ayat 1b-2: Situasi seperti apa yang dialami pemazmur?
  • Ayat 1a, 3: Apa yang menyebabkan pemazmur mengalami situasi yang seperti itu?
  • Ayat 4: Apa yang menjadi harapan pemazmur/Israel?
  • Ayat 5-6: Bagaimana pemazmur mengambarkan kekuatan pengharapan?

Mazmur 126 ini merupakan salah satu dari kumpulan Mazmur (mulai dari Mazmur 120 sampai 136) yang dikenal sebagai nyanyian ziarah.  Mazmur yang tergolong dalam Mazmur nyanyian ziarah ini isinya singkat, padat, dan mencerminkan situasi umat Yahudi yang kebebasannya terbatas.  Namun di tengah kesulitan hidup dan keterbatasan, mereka tetap dapat berkumpul  memenuhi panggilan TUHAN, datang beribadah dengan sukacita di Bait Suci.  Ayat 2a “pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa, dan lidah kita dengan sorak-sorai”.  Terkadang memang sangat sulit merasakan kehadiran Tuhan di tengah persoalan.  Ada saat Allah terasa begitu jauh, bahkan seolah menyembunyikan diri-Nya.  Di sisi lain,  kadang Allah terasa begitu dekat, hadir di setiap pergumulan.  Dalam Mazmur ini, apakah Israel memang dalam keadaan tidak bersedih?  Atau apakah mereka dalam keadaan sedang tertekan tapi kemudian pura-pura bersukacita?

Justru di sinilah letak persoalannya!  Meski keadaan jauh dari kata berubah, namun kekuatan pengharapan akan pertolongan Allah itulah yang mengalahkan rasa sedih dan tertekan.  Umat  tetap bersukacita sebab sukacitanya tidak bergantung pada situasi atau apa yang diperolehnya, melainkan bergantung kepada TUHAN yang telah berkarya.  Bukti karya kasih Tuhan di masa lalu menjadi buah pengharapan untuk terus “menabur dengan mencucurkan air mata” sembari terus “berjalan maju dengan menangis” (ayat 5, 6).  Umat bukan sedang putus asa.  Sebaliknya umat sedang menunjukkan sikap iman bahwa cara terbaik menjalani kehidupan adalah tetap berpengharapan dan memberikan karya terbaik sebagai wujud keyakinan akan pertolongan-Nya.

Kekuatan akan pengharapan inilah yang memampukan umat menjalani kehidupan hari ini dan masa depan dengan penuh keyakinan.  Seperti petani yang “menuai dengan bersorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya” (ayat 6b), itulah gambaran pengharapan umat Tuhan yang mempercayai Allah Israel yang penuh kasih.  Seperti Israel, mari kita menaruh harapan dan masa depan sambil mengusahakan hal terbaik yang dapat kita kerjakan dengan setia dan penuh ketaatan.

REFLEKSI
Mari hening sejenak: kekuatan pengharapan akan pertolongan Allah menolong setiap orang percaya untuk tidak bergantung pada keadaan yang sedang terjadi;  sebaliknya tetap memandang Allah sebagai sumber sukacita sejati. 

TEKADKU
Tuhan, terimakasih untuk setiap karya kasih-Mu yang membuat aku tidak bisa berdalih untuk tidak bersukacita atas perbuatan-Mu.  Ajar aku untuk terus berpengharapan kepada-Mu apapun kondisiku. 

TINDAKANKU
Hari ini aku mau tetap melakukan yang terbaik: saat bekerja, menjalin relasi dalam pelayanan, mendampingi anak-anak, …… (isi tindakan kita).  Sebab Allah sudah melakukan yang terbaik terlebih dulu bagiku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«