suplemenGKI.com

TUNDUK & TAKLUK

Yehezkiel 30:20-26

Pengantar
Kemarin kita telah merenungkan tentang nubuat melawan Firaun dan Mesir yang sombong. Hari ini kita akan melanjutkan perenungan tentang penghancuran Mesir, bangsa adikuasa yang ternyata di hadapan ALLAH tak ada apa-apanya  ( nothing ). Apa yang bisa kita pelajari dari nubuat penghancuran  Mesir? Marilah kita merenungkannya!

Pemahaman

  • Ayat 20-23 : Mengapa ALLAH menghukum Mesir dengan dahsyat?
  • Ayat 24-25 : Mengapa ALLAH memakai tangan Babel untuk menghancurkan Mesir?
  • Ayat 26       : Apakah tujuan ALLAH menghukum Mesir?

Dalam nubuatan melawan Mesir, kita membaca berita bahwa TUHAN akan mematahkan kekuasaan, kekuatan, dan tangan Firaun sebanyak 4 kali (ayat 4, 18, 21, 22 ).   ALLAH serius ingin menghancurkan Mesir. Tangan kekuatan Firaun, akan dihancurkan dan tidak bisa disembuhkan hingga Firaun tidak kuat lagi mengacungkan pedang ( ayat 21). Tangan yang memegang tampuk pemerintahan dan tangan yang teracung mengangkat pedang adalah lambang kekuatan dan kekuasaan seseorang. Tangan penuh kuasa itu akan dipatahkan. Ini menjadi perlambang kehancuran Mesir. Nebukadnezar, raja Babel dipakai TUHAN untuk mengalahkan Mesir. Kekalahan demi kekalahan akan dialami Mesir hingga akhirnya kekuasaan dan kejayaan Mesir akan runtuh ( ayat 22-23 ).   Sehebat apa pun Mesir ternyata bisa hancur lebur. Kekalahan Mesir akan amat fatal dan tidak bisa bangkit kembali. Juga ALLAH akan menyerakkan orang-orang Mesir sehingga tidak bisa lagi menggalang kekuatan untuk melawan bangsa lain atau untuk bisa bertahan sekalipun ( ayat 23, 26).

Mengapa ALLAH menghukum Mesir dengan dahsyat? ALLAH ingin Mesir bertobat dan mengakui kekuasaan TUHAN atas mereka. Tak ada yang dapat bertahan di hadapan ALLAH yang berdaulat. Sekaliber Mesir yang adikuasa pun tidak! ALLAH ingin manusia tunduk dan takluk di hadapan-Nya.

Kita memang bukan penguasa besar seperti raja Firaun tapi mungkin kita juga diberi wewenang untuk menjadi pemimpin bagi orang lain bahkan menjadi pemimpin atas diri sendiri. Apakah kita telah menggunakan setiap kesempatan untuk berkarya dalam hidup ini dengan selalu tunduk dan takluk kepada TUHAN? Bila tidak, kita akan menjadi “penguasa”  yang merendahkan orang lain, bahkan menindas orang lain dengan kekuatan kita. Marilah kita menyadari bahwa diri kita ini hanyalah hamba-hamba TUHAN yang perlu tunduk dan takluk pada TUHAN dan kehendak-Nya bukan kehendak kita sendiri.

Refleksi
Dalam keheningan, ingatlah apakah kehadiran kita membawa berkat dan damai sejahtera bagi orang lain ataukah membawa penderitaan bagi orang lain. Bila kehadiran kita menimpakan penderitaan bagi orang lain, inilah saatnya untuk bertobat dengan tunduk dan takluk kepada TUHAN agar kita bisa mengerti dan melakukan kehendak-Nya.

Tekadku
Ya TUHAN, mampukanlah aku selalu tunduk dan takluk kepada-Mu hingga aku mampu menghasilkan karya kehidupan yang seturut dengan kehendak-Mu. Jangan biarkan kehendakku sendiri yang memandu langkah hidupku.

Tindakanku
Aku akan mengevaluasi diri dengan bertanya kepada orang-orang di sekitarku apakah mereka bahagia  ataukah menderita  ketika aku ada bersama mereka. Aku mau terus belajar tunduk dan takluk kepada TUHAN agar hidupku makin jadi berkat bagi orang lain.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*