suplemenGKI.com

Rabu, 24 Mei 2017

23/05/2017

MENGENANG ALLAH 

Mazmur 68:1-19

 

PENGANTAR
Mengenang masa lalu tidak berarti selalu buruk.  Bila tujuannya untuk menguatkan diri di tengah pergumulan, maka sangat baik untuk dilakukan. Hal yang sama juga dilakukan pemazmur seperti dalam bacaan kita.  Mari kita baca dan pelajari. 

PEMAHAMAN

  • Ayat 2,7-8, 12, 15-19: Apa yang pemazmur kenang tentang tindakan Allah?
  • Ayat 3-4, 19: Bagaimana tindakan Allah bagi orang fasik &bagi yang cinta DIA?
  • Pernahkah saudara mengenang karya Allah dalam perjalanan hidup?  Allah yang seperti apa yang saudara temukan?

Kehidupan tidak selamanya berjalan seperti yang kita kehendaki.  Meskipun berawal dari harapan untuk melakukan yang baik, selalu saja ada hal-hal yang mengecewakan terjadi di luar dugaan.  Seolah-olah lingkungan tidak bersahabat.  Persoalan yang satu belum selesai, persoalan yang lain datang secara tiba-tiba.Tidak jarangbanyak orang menyerah.  Benarkah  tidak ada harapan lagi untuk melanjutkan kehidupan?  Kalau ada, apa yang menjadi sumber kekuatan melanjutkan kehidupan?  Mazmur 68 merupakan pujian yang mereflesikan karya Allah di tengah kehidupan umat-Nya.  Kehidupan umat Israel tidak ubahnya dengan kondisi kita hari ini, yaitu kehidupan yang diwarnai beragam tantangan.  Pemazmur mengingatkan realitas kehadiran Allah di tengah tantangan yang ada.  Bagaimana caranya?

Pertama, pemazmur mengajak agar kita ingat pertolongan yang pernah kita terima dari-Nya (ay.2-3, 7-9, 19).  Pemazmur memiliki pengalaman bahwa Allah tidak tinggal diam, Dia bangkit menyatakan pertolongan-Nya.  Dia pelindung bagi yang percaya bahkan bagi yang lemah.  Kedua,Pemazmur mengajak umat untuk tetap meyakini bahwa selalu ada sukacita (ay.4) bagi orang percaya, sebab Allah telah melakukan bagian-Nya.  Dalam bagian ini ada banyak bukti Dia berpihak kepada orang percaya.  “Allah bangkit” dan telah menyerakkan musuh-musuh-Nya, sehingga mereka “melarikan diri dari hadapan-Nya” (ay.2 temukan juga di ay.8, 12-13, 15-19).  Dia bertindak menolong orang yang mencintai-Nya tetapi menyerakkan orang-orang yang membenci Dia.

Dalam konteks sekarang, “musuh”  bisa dipahami sebagai keadaan apapun yang berpotensi merintangi perjalanan kehidupan.  Allah telah memberikan kemampuan di dalam kuasa-Nya untuk menyelesaikan persoalan.  Itu sebabnya, pemazmur mengajak umat, “bernyanyilah bagi Allah, mazmurkanlah nama-Nya, buatlah jalan bagi Dia yang berkendaraan melintasi awan-awan!” (ay.5).  Bagi pemazmur menyatakan keyakinan kepada Allah melalui puji-puji secara terbuka akan menjadi kekuatan dalam melewati perjalanan hidup.  Pemazmur meyakini pribadi Allah yang bisa diandalkan (ay.2).  Allah menjadi tempat perlindungan bagi mereka yang hancur hatinya (ay.6).  Jadi kenanglah masa lalu bukan untuk mengeluh, tapi dengan tujuan membangkitkan kembali keyakinan akan Allah yang ada dan bekerja.

REFLEKSI
Dalam hening: kenanglah kehadiran-Nya, pertolongan-Nya, karya-Nya!  Temukan makna: siapa Allah, bagaimana Dia berpihak kepada orang-orang yg mencintai-Nya, dll.  Ingat: belajar menemukan makna masa lalu dapat meneguhkan keyakinan iman kepada-Nya.

TEKADKU
Tuhan tolonglah, menghadapi masalah apapunaku tidak menyerah. Aku akan terus melangkah bersama Allah.  Pengalaman masa lalu meneguhkan imanku.

TINDAKANKU
Dalam keadaan apapun, aku mau memiliki waktu mengenang masa lalu bersama-Nya dan menemukan makna untuk menguatkan imanku kepada-Nya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*