suplemenGKI.com

Rabu, 24 Juni 2020

23/06/2020

Mazmur 89:2-5

 

“Kesetiaan Tuhan tak ‘kan tergantikan”

Pengantar:
            Tidak sekikit orang menjadi kecewa, putus asa dan sakit hati bahkan sampai berujung pada tindakan mengakhiri hidupnya, karena tidak mendapat kesetiaan dari pasangannya atau dari orang-orang yang diharapkan dapat menjaga kesetiaan kepadanya, tetapi justru meninggalkannya pergi dengan orang lain. sering mendengar berita atau bahkan menyaksikan ada orang-orang yang nekad bunuh diri karena pasangannya berselingkuh dengan orang lain. Fakta-fakta demikian mengingatkan kita bahwa betapa pentingnya menjaga kesetiaan terhadap pasangan maupun terhadap apapun yang dipercayakan kepada kita. Bacaan hari ini kita belajar dari pemazmur tentang penghargaannya terhadap kesetiaan Tuhan dalam hidupnya.

Pemahaman:

  1. Apakah latar belakang Mazmur 89 ini?
  2. Apa kesan kita ketika membaca syair-syair di Mazmur 89:2-3?
  3. Apa dasar pengakuan pemazmur yang begitu tinggi terhadap kesetiaan Allah? (v. 4-5)

Mazmur 89 ini adalah pasal terakhir dari kitab Mazmur jilid yang ke. 3 (Mazmur 73-89). Judul dari Mazmur 89 ini adalah “Nyanyian pengajaran Etan, orang Ezrahi”. Etan adalah salah satu kepala pemain musik di bawah pimpinan Daud. Mazmur 89 ini sebenarnya adalah ratapan individu yang mewakili suatu bangsa atau jemaah yang diawali dengan pengantar panjang berisi nyanyian pujian dan sabda Tuhan (Maz 88). Hal yang sangat menarik dari Mazmur 89, khususnya di ayat 2-3 adalah sangat menonjolkan kasih setia Allah yang tak terbatas melalui tindakan-Nya menyelamatkan umat-Nya baik secara individu maupun berjemaah. Ungkapan pemazmur “Aku hendak menyanyikan kasih setia Tuhan selama-lamanya, hendak memperkenalkan kesetiaan-Mu dengan mulutku turun-temurun” merupakan sebuah komitmen, tekad bahwa pemazmur di sepanjang hidup baik pribadinya maupun keturunan untuk memuji dan memperkenalkan Tuhan. Dasar komitmen dan tekad pemazmur yang demikian bukan karena dirinya sendiri, tetapi karena kasih setia Tuhan yang telah dirasakan dan dialaminya. Dengan kata lain pemazmur menjadikan kasih setia Tuhan yang tidak terbatas itu sebagai jaminan baginya untuk terus memuji dan memperkenalkan Tuhan di sepanjang hidupnya. Kalimat “Telah Ku-ikat perjanjian dengan orang pilihan-Ku….untuk selama-lamanya Aku hendak menegakkan anak cucumu…” (v. 4-5) menegaskan jaminan kasih setia Tuhan yang tak tergantikan bagi orang-orang yang dipilih-Nya. Betapa bangganya kita mempunyai Allah yang kasih setia-Nya tak ‘kan tergantikan dalam hidup kita.

Refleksi:
Saudara-saudara, tidak bisa diragukan lagi bahwa hidup kita ada sebagaimana kita ada, itu semata-mata karena kasih setia Tuhan, kita harus bersyukur senantiasa kepada Tuhan.

Tekadku:
Ya Tuhan, saya sungguh bersyukur untuk kasih setia-Mu yang tidak tergantikan bagiku.

Tindakanku:
Saya mau belajar dari pemazmur untuk terus menyanyikan dan memperkenalkan kasih setia Tuhan yang tak tergantikan, melalui karya dan kesaksian hidup yang memuliakan Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«