suplemenGKI.com

Rabu, 24 Juli 2013

23/07/2013

Amsal 9:1-6

 

Hikmat yang Sesungguhnya adalah Mendekat kepada Allah

 

Pengantar
Kitab Amsal pasal 9 memberi gambaran tentang hikmat yang dipersonifikasikan sebagai seorang guru perempuan. Gambaran ini dapat diparalelkan dengan perempuan berhikmat dalam Amsal 31:10-31. Hikmat sedang membangun rumahnya, dan menyerukan undangan kepada setiap orang yang ingin membangun kehidupannya. Karena itu, mari kita merespon undangan tersebut dengan merenungkan Amsal 9:1-6

Pemahaman
ay. 1-2: suasana seperti apakah yang tergambar dalam kedua ayat ini?
ay. 3-5: siapa saja yang diundang oleh hikmat?

Hikmat yang dihadirkan dalam kitab Amsal 9 ini digambarkan mempersiapkan tempat yang nyaman. Ia bukan hanya mendirikan rumah yang besar dan kokoh dengan ketujuh tiangnya, tetapi juga mempersiapkan hidangan yang berkualitas baik untuk menyambut barangsiapa yang mau datang memenuhi undangannya. Gambaran menu suguhannya menyiratkan bahwa sebenarnya hikmat tengah mempersiapkan suatu jamuan besar. Daging ternak yang disembelih dan anggur adalah makanan utama dalam sebuah perjamuan (1Sam 9:23-24; 16:20; Dan. 10:3). Gambaran yang hampir sama dengan suguhan ini uga dapat dilihat dari perumpamaan Tuhan Yesus tentang pesta yang ditulis dalam Matius 22 dan juga Lukas 14:6

Hikmat yang telah menyediakan tempat dan konsumsi itu mengutus para pelayan perempuannya untuk menyerukan undangan. Dalam undangan ini tidak disebutkan syarat-syarat khusus yang harus dipenuhi oleh mereka yang ingin merespon positif undangan tersebut, mis: pakaian tertentu, status sosial, batasan usia, dsb. Dari sini kita dapat melihat bahwa sebenarnya undangan hikmat ini ditujukan kepada semua orang, tua-muda, kaya-miskin, siapa saja boleh datang. Akan tetapi penting untuk disimak bahwa sekalipun ditujukan kepada semua orang, ada dua macam orang yang disebutkan secara khusus, yaitu yang tak berpengalaman dan yang tidak berakal budi. Dalam bahasa Ibrani, kata dasar dari istilah “tak berpengalaman” (p’thayim) adalah terbuka (pethi). Jadi, yang masuk ke dalam kategori orang yang tak berpengalaman adalah orang yang belum pernah menerima pendidikan yang cukup, sehingga mereka mudah (terbuka) menerima segala pengaruh, terutama dari lingkungannya. Sedangkan istilah Ibrani yang digunakan untuk ‘yang tidak berakal budi” adalah istilah yang biasanya digunakan secara khusus bagi mereka yang tidak baik karakter moralnya (Kel. 4:21; 10:20-27; Ams 26:23; Ayub 31:13; Yer. 14:14, 23, 26)

Refleksi
Hikmat sejati berangkat dari sikap hidup takut akan Tuhan (Ams. 1:7; 9:10), dan Hikmat telah berseru-seru memanggil setiap kita untuk datang kepadanya. Barangsiapa merespon secara positif seruan Hikmat itu, maka ia akan terhindar dari tindakan-tindakan yang bodoh, serta memiliki hidup yang berkelimpahan. Sudahkah kita merespon seruan Hikmat itu?

Tekad
Doa: Ya Allah yang maha bijaksana, berilah kepada hamba-MU ini hati yang takut akan Tuhan, agar setiap langkah yang saya ambil merupakan langkah dalam hikmat-MU. Amin.

Tindakan
Sebagai wujud respon terhadap seruan hikmat, saya akan bersaat teduh minimal 40 kali dalam delapan minggu ke depan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«