suplemenGKI.com

PANGGILAN MENJADI BERKAT

Kejadian 17:4-7

 

PENGANTAR
Efesus 2:10 mengatakan “Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya.  Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya”.  Seperti itulah gambaran panggilan Allah dalam hidup kita, dengan maksud dan tujuan akhir adalah menjadi berkat bagi sekitar.  Bacaan hari ini mengajak kita untuk melihat tujuan dan maksud panggilan Allah dalam kehidupan Abraham.  Mari kita merenungkan bersama!

PEMAHAMAN

  • Perjanjian seperti apakah yang Allah lakukan kepada Abraham (ayat 4, 6-7)
  • Apa yang menjadi tanda ikatan perjanjian Allah kepada Abraham (ayat 5)
  • Sudahkah orang-orang di sekitar merasakan berkat dari diri dan karya kita?

Allah mengikat perjanjian dengan Abraham untuk menjadikannya “bapa dari sejumlah besar bangsa”.  Demikian juga dengan Sara sebagai “ibu bangsa-bangsa” (ayat 16).  Melalui kedua hamba-Nya ini, akan lahir banyak raja (ayat 6) yang akan memiliki dan mendiami Kanaan.  Berkat bagi Abraham ini juga mengikat keturunannya turun-temurun dengan cara mereka harus menjaga hidup di hadapan Allah sehingga berkat Abraham tergenapi.  Artinya, sejak awal panggilan Allah bagi Abraham adalah menjadi berkat bagi kehidupan melalui ketaatan menjaga perjanjian.  Maka penyertaan Allah akan berlaku dalam hidup Abraham dan keturunannya (ayat 8).   Apakah karena hal-hal tersebut kehidupan Abraham seolah lebih mudah dibanding orang lain?  Sama sekali tidak!

Alkitab tidak menjelaskan pergumulan batin Abraham. Yang jelas menerima dan menjalani panggilan Allah bukahlah hal mudah.  Abraham membutuhkan iman, kerelaan dan keberanian melangkah ketika harus meninggalkan keluarga besar; meninggalkan kenyamanan untuk mentaati Allah.  Bila mau, Abraham punya banyak alasan untuk meragukan panggilan Allah yang dinyatakan setahap demi setahap sepanjang usianya. Terbukti Abraham sempat tertawa mendengar rencana Allah atas hidup Sara (ayat 17).  Tapi kenyataannya, Abraham tetap taat pada panggilan-Nya. Sesukar apapun tantangan yang ia hadapi, Abraham tetap memegang janji penyertaan Allah.  Abraham teruji mampu menyelesaikan berbagai tantangan, dengan tetap menjadi berkat melalui perkataan dan tindakan.  Sikap Abraham ini selaras dengan panggilan Allah yaitu menjadi berkat.

Setiap kita mempunyai panggilan Allah dalam kehidupan.  Berbeda ataupun sama wujud dari panggilan itu, yang terpenting adalah Allah memberi panggilan untuk menjadi berkat bagi kehidupan.  Panggilan Allah tidak menjadikan kita sempurna tanpa kelemahan dan persoalan.  Namun di dalam penyertaan-Nya, kita dimampukan menyelesaikan semua tantangan kehidupan dan pelayanan dengan cara yang selaras dengan panggilan-Nya, yaitu menjadi berkat bagi sesama.

REFLEKSI
Mari kita merenungkan: sudahkah kita mengerjakan panggilan Allah yang menjadi berkat sekitar, sekalipun situasi tidak mudah?  Mari ambil waktu melihat diri: adakah kebiasaan, kesenangan bahkan karakter yang patut kita tinggalkan sebab menghalangi panggilan Allah untuk menjadi berkat?  Sesungguhnya, panggilan Allah adalah panggilan berkat bagi kehidupan.  Mari kita setia berada pada panggilan-Nya, hingga nama Tuhan dimuliakan. 

TEKADKU
Ya Tuhan tolonglah agar aku setia menjalani panggilan yang Engkau percayakan.  Berikanlah kemauan dan kemampuan yang kuat dalam diriku untuk meninggalkan hal-hal yang menghalangi langkahku dalam menjalani panggilan-Mu yang menjadi berkat bagi sekitarku.

TINDAKANKU

  • Aku mau menuliskan kebiasaan, kesenangan dan karakter yang menghalangi panggilanku menjadi berkat bagi sekitar.
  • Bersama Tuhan, aku mau berusaha meninggalkan kesenangan, kebiasaan dan karakter itu.  Dan sebelum tidur aku mau merenungkan apakah hidupku sudah menjadi berkat!
Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*