suplemenGKI.com

Rabu, 24 April 2019

23/04/2019

Bacaan : Mazmur 118 : 14 – 29

Tema : Bersyukurlah kepada Tuhan sebab Ia baik

PENGANTAR
Dari sebuah kisah seorang anak Tuhan yang tinggal di daerah Sulawesi Tengah pasca gempa bumi dan Tsunami tahun 2018 lalu. Ia kehilangan rumah dan harta benda (kekayaan ) namun ia dan keluarganya selamat dari bencana alam tersebut. Ketika ia diwawancarai wartawan dari sebuah surat kabar dengan pertanyaan sebagai berikut : Bapak, apakah bapak tidak sedih kerena kehilangan rumah dan harta benda yang berharga ? bapak ini menjawab : ya secara manusia saya sedih, tetapi saya bersyukur kepada Tuhan karena keluarga saya semua selamat. Ini adalah kebaikan Tuhan kepada keluarga saya.

Jika peristiwa itu menimpa kita, apakah kita masih bisa bersyukur kepada Tuhan ?

PEMAHAMAN

  1. Mengapa kita harus belajar bersyukur  ? ( ayat 29a ). Kebaikan Tuhan yang bagaimana yang kita rasakan ?
  2. Seperti apa kasih setia Tuhan ? ( ayat 29b ). Kapan kita merasakan kasih setia Tuhan.

Semua orang akan dapat dengan mudah bersyukur kepada Tuhan ketika keadaan kita baik-baik. Pekerjaan kita lancar-lancar saja, rumah tangga kita rukun-rukun saja, kita diberi kesehatan yang prima, berkat materi/financial mengalir terus dan lain sebagainya. Dalam kondisi seperti itu kita  tidak sulit bagi kita untuk bersyukur. Tetapi bagaimana jika keadaan kita justru sebaliknya ? Kondisi kita sedang tertekan, pekerjaan tidak bagus, rumah tangga penuh persoalan, kita dan keluarga sering sakit dan banyak lagi persoalan menimpa. Dalam kondisi seperti itu masihkah kita bisa bersyukur dan berkata bahwa Tuhan itu baik. Rasanya hal itu sulit kita lakukan.

Dalam mazmur 118 ini pemazmur menghadapi situasi-situasi yang sulit. Seperti…..kalimat….Dalam kesesakan ( ayat 5 ), Segala bangsa mengelilingi aku ( ayat 10 ) artinya pemazmur dikeroyokbangsa-bangsa,..aku ditolak dengan hebat ( ayat 18 )….Tuhan menghajar aku ( ayat 18 ). Batu yang dibuang tukang bangunan….yang pasti pemazmur saat itu mengalami situasi yang sulit. Namun demikian pemasmur masih dapat melihat dan merasakan kebaikan Tuhan. Sehingga ia mengungkapkan Bersyukurlah kepada Tuhan sebab Ia baik.

Bahkan pemazmur bukan saja merasakan kebaikan Tuhan tetapi juga merasakan kasih setia Tuhan itu tetap nyata dalam sepanjang perjalanan hidup pemazmur. Walaupun ada hari-hari yang dirasakan amat berat namun pemazmur dapat melayangkan pandangnya hanya kepada Tuhan. Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

Sebuah teladan yang sangat baik bagi kita, manakala kita menjalani kehidupan ini begitu berat maka pandanglah kepada Tuhan yang penuh dengan kasih setia. Sehingga kita beroleh kekuatan dalam menjalani kehidupan ini.

REFLEKSI
Marilah kita mengambil saat hening sejenak untuk merenungkan : ketika saudara mengalami saat-saat sulit, masihkah saudara merasakan kebaikan Tuhan ?

TEKADKU
Ya Tuhan ! Ampunilah saya karena ketika saya mengalami situasi yang sulit saya tidak bisa melihat kebaikan Tuhan.

TINDAKANKU
Saya harus selalu mengucap syukur kepada Tuhan karena Ia selalu baik kepada saya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«