suplemenGKI.com

Rabu, 24 April 2013

23/04/2013

Mazmur  148:1-6

 

Biarlah Semuanya Memuji Tuhan (1)

 

Pengantar:
            Steve Oh, berkata dalam Jurnal Living life edisi April 2013, pada kolom Jawaban hidup: “Allah yang memelihara tidak digambarkan sebagai Allah yang berdiri jauh-jauh, serta tidak mempedulikan ciptaan-Nya. Ini adalah pengakuan bahwa Allah sepenuhnya bertanggungjawab atas seluruh  jagat raya. Sekalipun tangan-Nya yang berdaulat bisa saja bersembunyi dan tidak tampak, tetapi kuasa-Nya tetap mutlak memelihara ciptaan-Nya”  Pernyataan Steve itu sangat terkait dengan kesaksian Alkitab bahwa seluruh jagat raya merupakan hasil karya ciptaan Allah yang menyebabkan semuanya ada seperti sekarang ini. Jika dihubungkan dengan seruan pemazmur, agar semuanya memuji Tuhan maka kita tidak menemukan alasan untuk tidak memuji Tuhan dalam hidup kita.

 Pertanyaan-pertanyaan penuntun:

  1. Menurut saudara, apakah memuji Tuhan itu adalah sesuatu yan harus dilakukan atau bisa boleh tidak dilakukan? Menurut saudara apakah yang membuat seseorang tidak bisa memuji Tuhan?
  2. Apakah memuji Tuhan hanya sebatas dalam bentuk berkidung/menyanyi saja?

Pemahaman:
            Mazmur 148:1-6, merupakan ajakan kepada segala ciptaan Tuhan yang secara posisi berada di luar bumi, yakni: segala malaikat, matahari, bulan dan segala bintang, langit dan air yang di atas langit untuk memuji Tuhan. Ajakan pemazmur itu menunjukan bahwa semua yang disebut ciptaan Tuhan hukumnya wajib untuk memuji-muji Tuhan, tidak ada celah untuk tidak memuji Tuhan.

Mungkin kita berpikir, kalau demikian maka tidak ada kebebasan, tidak ada hak memilih dan sebagainya yang sifatnya tidak setuju dengan ajakan pemazmur tersebut. Tahukah saudara, ketika kita berpikir demikian, maka kita sedang melakukan dua masalah, Pertama: Secara tidak langsung kita membuka peluang bagi hal-hal di luar Tuhan untuk menjadi objek pujian kita. Mungkin itu diri kita sendiri atau hal-hal lain yang kita anggap berhak menerima pujian kita. Ketika hal itu terjadi maka kita jatuh pada masalah ke dua: Tidak mengakui kedaulatan Tuhan secara utuh dan sempurna, sehingga objek pujian kita bisa kita bagikan/berikan kepada pihak-pihak lain di luar Tuhan yang sebetulnya tidak layak dipujian (Why 4:11)

            Memuji Tuhan, tentu bukan hanya terbatas pada bentuk-bentuk tertentu saja. Memuji Tuhan adalah seluruh ekspresi, sikap, perbuatan dan pikiran kita yang selaras dengan sifat atau atribut Tuhan. Misalnya, ketika kita mensyukuri keberadaan hidup kita apa adanya itu adalah pujian bagi Tuhan, ketika kita melakukan aktivitas kita selaras dengan panggilan dan bidang masing-masing sehingga tercipta kondisi yang baik, baik bagi diri kita dan baik bagi orang lain itupun memuji Tuhan, ketika kita bisa menerima keberadaan orang lain di sekitar kita dengan baik, ketika kita mampu membagikan kasih kepada sesama itupun memuji Tuhan, dan segala yang sifatnya bermakna bagi dunia itulah memuji Tuhan.

Refleksi:
            Mari kita sejenak merenungkan, apakah keberadaan kita di suatu komunitas sudah membawa pengaruh yang baik? Apakah aktivitas kita sudah memberi dampak yang bermakna bagi konteks kita? atau apakah kehadiran kita di keluarga di-rindukan oleh setiap anggota keluarga? Jika ia, maka sesungguhnya kita telah memuji Tuhan dalam hidup kita.

Tekad:
            Tuhan, jika selama ini saya belum menampilkan hidup yang memuji-muji Engkau bahkan cenderung ingin dipuji, disanjung ampunilah saya. Mampukan saya agar memakai waktu hidup yang singkat ini untuk memuji-muji-Mu sesuai dengan bentuk yang Enkau inginkan dalam hidup saya.

Tindakan:
             Mulai hari ini, saya akan memuji-muji Tuhan sekalipun dalam bentuk yang sederhana, misalnya tersenyum kepada orang-orang yang saya temui, atau menyapa dengan manis orang-orang yang ada dalam konteks hidup saya, karena Tuhan telah begitu sempurna menciptakan saya dan memelihara saya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«