suplemenGKI.com

MENJADI SEPERTI ANAK KECIL

Matius 18 : 1 – 5 

Secara umum manusia memiliki sifat dan keinginan untuk dihargai, dihormati, dianggap dan diakui perannya. Sudah barang tentu ketika seseorang memiliki jabatan maka ia harus dihormati sebagai orang penting. Dalam persepsi para murid, yang sudah mengetahui bahwa Yesus adalah Mesias ( Mat 16 : 16-17 ), yang akan membebaskan mereka dari penjajahan bangsa Roma dan kemudian Yesus akan menjadi Raja mereka. Sehingga tak heran kalau para murid sibuk memikirkan dan membayangkan serta memperebutkan posisi mereka kelak ketika Yesus Kristus menjadi raja. Itu sebabnya mereka bertanya kepada Tuhan Yesus, “Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga ?”. Nah seperti apa jawaban Tuhan Yesus ? Marilah kita menyimak renungan hari ini.

PEMAHAMAN

  1. Bagaimana tindakan dan jawaban Tuhan Yesus terhadap pertanyaan murid-murid ? ( ayat 2-3 )
  2. Mengapa Tuhan Yesus menempatkan anak kecil ?
  3. Apa yang diinginkan Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya ? ( ayat 4-5 )
  4. Pelajaran apakah yang dapat kita petik dari jawaban Tuhan Yesus ?

Dalam menjawab pertanyaan para murid tentang “Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga ?”, Tuhan Yesus memanggil dan menempatkan anak kecil ditengah-tengah mereka, sebagai media jawabannya (ayat 2), sekaligus ingin memperlihatkan bahwa menjadi yang terbesar dalam Kerajaan Sorga bukanlah perkara yang mudah. Lalu seperti apa jawaban Tuhan Yesus ?

Pertama : Seseorang  dapat masuk kedalam Kerajaan Sorga kalau ia bertobat. ( ayat 3 ).  Bertobat berarti perubahan pola hidup, pola pikir dan perilaku manusia dari manusia lama kepada manusia baru. Segala macam ambisi dan dan keinginan untuk dihargai, dihormati harus ditanggalkan dan dibuang jauh-jauh dari kehidupan kita. Bahkan segala tabiat dan sifat egois dan pementingan diri sendiri juga kesesatan hidup harus dibuang dari hidup kita dan dirubah dalam tabiat dan karakter yang baru oleh Kristus.

Kedua : Harus memiliki kerendahan hati ( ayat 3-4 ). Penekanan Tuhan Yesus disini adalah bahwa kita harus menjadi seperti anak kecil dalam kerendahan hati. Kata-kata “merendahkan diri” berarti bahwa menjadi murid Yesus harus siap untuk tidak dihargai, tidak dihormati, tidak dianggap, tidak diakui perannya. Sehingga tidak perlu meributkan soal siapa yang terbesar dalam kerajaan sorga.

Ketiga : Bersedia menyambut Kristus seperti menyambut anak kecil ( ayat 5 ). Ayat 5 ini tidak lagi berbicara tentang anak kecil tetapi berbicara tentang orang percaya yang memiliki kerendahan hati seperti anak kecil. Murid Kristus diperintahkan untuk dapat menyambut  dan mengasihi orang percaya lainnya dalam segala keterbatasan dan kekurangan mereka. Dengan melakukan hal tersebut berarti kita juga sedang menyambut Kristus. 

REFLEKSI
Marilah kita merenungkannya : Pernahkah anda memikirkan tentang kerajaan sorga ? dan bagaimana anda bisa masuk ke dalamnya ? sudahkah anda bertobat dan memiliki kerendahan hati ? 

TEKADKU
Ya Tuhan ampunilah saya, ketika dalam menjalani kehidupan masih memiliki sikap ambisius, egois, minta dihargai atau diakui. ya Tuhan sekarang saya mau bertobat dari sikap-sikap yang tidak terpuji tersebut, dan kiranya Allah Roh Kudus membaharui saya dengan kerendahan hati.

TINDAKANKU
Saya harus memiliki sikap kerendahan hati dengan menyambut dan menerima orang lain apa adanya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*