suplemenGKI.com

Yakobus 5:13-15

SALING MENDUKUNG, SALING MENDOAKAN

 

PENGANTAR
Orang-orang beriman bukanlah orang-orang yang selalu terhindar dari masalah.  Berbagai masalah yang terjadi di masyarakat di sekitar kita juga dapat “mampir” dalam kehidupan kita. Tidak sedikit dari masalah-masalah tersebut yang terlalu berat dan terlalu sulit untuk dihadapi dan diselesaikan seorang diri. Dalam hal inilah gereja – yaitu persekutuan orang-orang percaya – harus memerankan fungsinya. Gereja harus menjadi komunitas orang beriman yang saling mendukung dan saling mendoakan.

Tentu saja membangun komunitas yang saling mendukung dan saling mendoakan bukanlah sesuatu yang mudah. Namun, sulit bukan berarti tidak mungkin. Bacaan kita hari ini mendorong kita mewujudkan hal tersebut dan memberi tahu kita dari mana kita harus memulainya.

PEMAHAMAN

Ay. 13            Sikap seperti apakah yang diajarkan di ayat ini? Kesulitan apa yang kita hadapi untuk mengembangkan sikap ini? Apakah selama ini Anda memiliki rekan-rekan atau komunitas untuk menghadapi suka-duka bersama?

Ay. 14            Di ayat ini, apa peranan yang harus dilakukan seorang penatua jemaat? Apakah ini berarti bahwa sesama anggota jemaat tidak perlu saling mendoakan? Mengapa penatua itu mengoleskan minyak ketika ia mendoakan orang yang sakit?

Ay. 15            Di ayat ini, apa artinya “doa yang lahir dari iman” dan apa hubungannya dengan penatua yang memanjatkan doa tersebut? Apa yang akan terjadi bila seseorang berdoa dengan iman?

Yakobus menasihati kita agar berdoa bersama orang yang sedang menderita dan menyanyi bersama orang yang sedang bergembira. Hal ini dapat kita lakukan hanya apabila kita mau berusaha memahami dan peduli dengan apa yang dirasakan dan dialami oleh orang lain. Meskipun tidak mudah, sikap semacam ini sangatlah penting untuk terus dilatih. Apalagi bila kita adalah seorang pemimpin, di rumah, di kantor, atau di gereja.

Tentu saja, tidak ada larangan bagi anggota jemaat untuk saling mendoakan. Namun, seorang penatua (secara luas: pemimpin, termasuk pendeta) wajib mengambil peran dan tanggung jawab yang lebih besar dalam pelayanan doa. Oleh anggota jemaat, para penatua telah diberi kepercayaan untuk mengelola kehidupan rohani umat, termasuk menjalankan peribadatan. Pada masa itu, mengolesi minyak dan rumusan kalimat “dalam nama Tuhan” adalah bagian dari liturgi yang biasanya dilayankan seorang penatua untuk mendoakan orang sakit. Karena itu, sangatlah penting bagi seorang penatua (dan pendeta) untuk memelihara imannya. Jika tidak, sangatlah sulit bagi seorang penatua (dan pendeta) melaksanakan pelayanan doa bagi anggota jemaat. Demikian juga seorang ayah atau ibu dalam keluarganya.

REFLEKSI
Jika ada seorang anggota jemaat yang sedang sakit atau bermasalah dan meminta dukungan doa Anda, apakah Anda siap melayaninya? Apakah Anda selalu memelihara iman Anda agar pelayanan Anda di bidang ini menjadi semakin efektif?

TEKADKU
Aku akan melaksanakan peran dan tanggung jawabku sebagai seorang pemimpin rohani, baik di rumah, di kantor, maupun di gereja.

TINDAKANKU

Dalam minggu ini aku akan mengunjungi seseorang yang sedang sakit dan mendoakan dia.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*