suplemenGKI.com

Bacaan : Mazmur 84 : 2 – 8

Tema :  membangun kehidupan beribadah

PENGANTAR
Mazmur 84 merupakan suatu lagu ziarah, tentang sebuah perjalanan yang jauh. Setiap pria Yahudi menurut ketentuan hukum pada waktu itu diharuskan pergi menyembah Tuhan ke Bait Allah di Yerusalem paling sedikit tiga kali dalam setahun. Banyak peziarah pada waktu itu mengalami kesulitan dalam perjalanan dari tempat asal ke Yerusalem, mengingat sulit dan jauhnya jarak yang harus di tempuh. Untuk itulah maka pemazmur menyadari bahwa hanya mereka yang punya visi, tekad dan kesungguhan hati untuk berjumpa dengan Tuhan di Yerusalem.

PEMAHAMAN

  1. Bagaimana kerinduan pemazmur untuk beribadah di rumah Tuhan ? ( ayat 2-4 )
  2. Kebahagiaan seperti apakah yang dibayangkan pemazmur untuk menikmati hadirat Tuhan ? ( ayat 5-6 )
  3. Kekuatan apakah yang diperoleh orang-orang yang beribadah ? ( ayat 7-8 )

Pemazmur memiliki kerinduan yang dalam bertemu Tuhan. Setiap kali ingin bertemu Tuhan di Bait-Nya di Yerusalem, ia mempersiapkan diri sebaik mungkin. Ia menata hati dan dirinya, karena ia percaya bahwa Tuhan adalah sumber kekuatan dan penolong dalam hidupnya. Jika ia mengingat Tuhan, ia merasa kecil dihadapan-Nya, ia merasa tidak layak dan penuh kekurangan. Namun Tuhan memanggilnya untuk datang menyembah-Nya. Oleh karena itu ia merasa senang, ia datang beribadah dengan hati yang gembira. Itulah sebabnya hati pemazmur selalu diliputi rasa rindu untuk bertemu Tuhan. Bayangan pemazmur diliputi dengan kebahagiaan terhadap orang-orang yang diam di rumah Tuhan, dengan puji-pujian yang dipersembahkan kepada Tuhan. Sukacita akan terus bergelora dalam jiwa pemazmur untuk berjumpa dengan Tuhan dalam ibadah. Singkat kata, pemazmur memahami bahwa tanpa Tuhan hidupnya akan sia-sia. Sungguh ia membutuhkan Tuhan dalam hidupnya.

Jika kita merasa membutuhkan Tuhan dalam hidup kita maka kerinduan bertemu Tuhan di rumah-Nya ( gereja ) akan memenuhi jiwa kita. Tuhan sangat kita butuhkan kehadiran-Nya, dalam study, pekerjaan, rumah tangga, masa depan dan kehidupan sehari-hari. Jika kita menyadari hal ini maka kita akan datang menghadap Tuhan dalam ibadah dengan hati yang tulus dan murni. Kita akan mempersiapkan hati dan jiwa kita sebaik mungkin sehingga kita dapat beribadah kepada Tuhan dengan penghayatan akan keagungan Tuhan.

REFLEKSI
Marilah mengambil sejenak untuk merenungkan : Seberapa besar kerinduan anda berjumpa Tuhan dalam ibadah ? ceritakanlah.

TEKADKU
Ya Tuhan, terima kasih karena Engkau memanggil saya untuk datang menyembah-Mu, walaupun saya tidak layak dan penuh dengan kekurangan.

TINDAKANKU
Mulai hari ini saya harus mempersiapkan hati dengan sungguh-sungguh sebelum beribadah kepada Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«