suplemenGKI.com

Mazmur 84:1-8

MEMBANGUN SPIRITUALITAS

 

PENGANTAR
Kuat tidaknya bangunan ditentukan bukan hanya oleh fondasi tapi juga tiang-tiang yang menopang atap bangunan sehingga tetap tegak berdiri.  Tapi apalah artinya semuanya itu, bila  tidak terbuat dari bahan-bahan yang berkualitas. Tinggal menunggu waktu, bangunan itu akan hancur.  Kehidupan manusia dapat diibaratkan bangunan.  Salah satu unsur pembangunnya yang penting diperhatikan adalah spiritualitas.

PEMAHAMAN

  • Ayat 2-6:  apa yang menjadi ungkapan rasa pemazmur?
  • Ayat 2-6:  apa penyebabnya sehingga pemazmur merasakan hal-hal seperti itu?
  • Ayat 6-7:  apa yang pemazmur katakan tentang orang yang mengandalkan Tuhan?

Bila manusia diminta memilih, pastilah semuanya akan memilih bahagia daripada menderita.  Persoalannya, seringkali kesempatan untuk memilih tidak selalu disediakan.  Manusia harus menjalaninya:  siap atau tidak,  senang atau tidak.  Dalam keadaan seperti ini,  siapapun butuh kekuatan untuk menjalaninya.  Pemazmur mengajarkan bahwa kerinduan akan Allah menjadi bahan dasar dalam membangun spiritualitas yang menguatkan hidup.

Bagian yang kita baca merupakan penggalan lagu yang mengungkapkan kerinduan pemazmur dan para pelantun kidung ziarah menuju bait Allah di Yerusalem.  Sementara itu di waktu yang sama, Isrreal telah terserak ke banyak tempat dan bait Allah sudah runtuh.  Alih-alih kerinduan itu berbalas, yang terjadi malah kenestapaan sebagai perantau atau tawanan di negeri orang (bdk dg ayat 4).  Namun di sisi lain, kerinduan yang kuat itu justru menjadi kekuatan tersendiri.  Mereka sanggup bertahan dan menjalani kehidupan sebagai orang asing (ayat 7) di negeri orang.  Kidung ini mengajarkan pentingnya membangun spiritualitas.  Artinya, kehidupan iman tidak dibangun di atas keadaan/realita yang mungkin saja mengecewakan, tapi dari kerinduan kepada Allah dan pelataranNya (ayat 3). Membangun spiritualitas berarti menjaga hati yang rindu dan selalu bersekutu dengan Allah, apapun keadaan yang sedang terjadi, seperti kata pemazmur, “berbahagialah orang-orang yang diam di rumahMu” (ayat 5; bdk juga dg 2-4).  Persekutuan dengan Allah memampukan para perindu “melintasi lembah baka” seperti “tempat yang bermata air.”  Teladanilah pemazmur yang membangun spiritualitasnya di atas kerinduan kepada Allah dan baitNya.  Tanpa spiritualitas, kehidupan kita akan hancur, tidak bertahan.

 REFLEKSI
Adakah hari ini aku mempunyai kerinduan yang besar kepada Allah ketika datang ke gereja atau hanya sebagai formalitas? 

TEKADKU
Meneladani pemazmur yang senantiasa rindu dan dekat pada Allah.

TINDAKANKU
Aku mau membangun dan menjaga spiritualitasku dengan cara datang kepada Allah dan gerejaNya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«