suplemenGKI.com

SUKACITA SAAT IBADAH

Mazmur 122

 

Pengantar

Apakah yang anda rasakan ketika datang beribadah di gereja? Sukacita, damai, atau tidak merasakan apa-apa? Masih banyak orang Kristen yang beribadah kepada Tuhan secara asal-asalan tanpa disertai dengan persiapan, sikap hormat dan takut akan Tuhan. Hal itu bisa dilihat dari hal-hal yang sederhana: datang ibadah dengan terlambat, suka bergurau saat ibadah berlangsung, bahkan ada yang bermain gadget dengan tenang-tenang. Kalau kita menyadari akan kehadiran Tuhan, maka kita akan datang beribadah dengan penuh persiapan dan dengan hati yang bersukacita karena akan bertemu dengan Tuhan.Mari kita merenungkan pengalaman pemazmur ketika datang ke rumah Tuhan dan belajar dari sikapnya.

 

Pemahaman

  • Ayat 1             : Mengapa Pemazmur bersukacita ketika diajak pergi ke rumah Tuhan?
  • Ayat 2-3         : Apa yang membuat Pemazmur bersukacita?
  • Ayat 4-5         : Untuk apakah mereka datang ke rumah Tuhan?

Pemazmur bersukacita ketika ada yang mengajaknya untuk pergi ke rumah Tuhan di Yerusalem. Perasaan sukacita itu tidak mempengaruhi keadaan apapun yang akan terjadi diperjalanan. Persiapan perjalanan ke rumah Tuhan sudah menimbulkan rasa senang, apalagi setelah mereka menginjakkan kakinya di pintu gerbang Yerusalem dan di pelataran rumah Tuhan. Bagi pemazmur dan para peziarah Yerusalem sangat berkesan. Tempat yang megah dengan tembok-tembok yang menjamin keamanan, menara-menara yang tinggi, Bait Allah yang indah dan masih banyak hal yang membuat para pendatang terkagum-kagum ketika mereka sampai di Yerusalem.

Satu hal yang juga tidak kalah mengesankan adalah ketika para peziarah dan pemazmur itu melihat betapa indahnya kota Yerusalem dan kemegahannya, mereka juga mengucap syukur dengan sukacita atas pemandangan yang mereka lihat dan mereka saksikan. Ketika mereka melihat Yerusalem menjadi pusat ibadah juga sebagai pusat keadilan bagi semua orang yang datang dan tinggal di dalam kota itu. Pemazmur juga mengajak para peziarah dan orang-orang yang datang untuk berdoa bagi Yerusalem. Jadi tujuan mereka datang kerumah Tuhan adalah untuk bertemu dengan Tuhan, mengucap syukur untuk segala kasih dan berkat yang dilimpahkan Tuhan kepada mereka. Rasa sukacita  bertemu dengan Tuhan itu juga mendorong mereka untuk memuji dan memuliakan Tuhan dengan sepenuh hati, bukan asal-asalan. Itulah tujuan dan motivasi mereka datang beribadah, bukan dengan tujuan yang lain.

 

Refleksi

Ambillah waktu teduh sejenak dan renungkan:
Apakah selama ini saya datang beribadah dengan hati yang sukacita?
Apakah tujuan saya pergi ke gereja?
Dan sudahkah saya merasakan damai dalam mengikuti ibadah di gereja?

 

Tekadku

Ya Tuhan, tolong saya agar dapat mempersiapkan diri dengan sukacita ketika hendak beribadah begitu juga saat ibadah dimulai sehingga saya bisa mendapatkan damai sejahtera dari-MU Tuhan.

 

Tindakanku

Mulai hari ini saya akan merubah sikapku yang tidak baik saat beribadah agar saya bisa beribadah kepada Tuhan dengan sukacita. Dan saya akan membagikan pengalaman ini kepada teman-temanku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*