suplemenGKI.com

KEKUATAN DALAM PERSEKUTUAN DENGAN BAPA

MAZMUR 80: 1-8

 

Berdasarkan isinya, Mazmur 80 dapat digolongkan sebagai mazmur ratapan. Sedangkan beberapa penafsir yang lebih melihat pada fungsinya menyebutnya sebagai mazmur permohonan. Peristiwa sejarah yang melatar-belakangi mazmur ini sulit dipastikan.  Tema peperangan memang menonjol dalam mazmur ini. Namun, perang yang mana?  Seperti kita kita tahu, umat Israel telah berulang kali mengalami penderitaan karena perang.  Ada beberapa penafsir yang menduga mazmur ini berasal dari zaman raja Hizkia, namun bukti untuk pendapat ini tidaklah terlalu kuat. Karena itu, daripada memaksakan latar belakang sejarah tertentu, lebih baik kita mendekati mazmur ini melalui tema besarnya, yaitu permohonan kelepasan dari penindasan.

 

PERTANYAAN PENUNTUN PEMAHAMAN ALKITAB

  1. Ayat 2-3: Di sini Allah disebutkan sebagai Gembala Israel. Menurut Anda , mengapa? Tindakan apa yang mereka harapkan dari Allah?
  2. Ayat 5-7: Penderitaan apa saja yang mereka alami? Menurut mereka, apa yang menyebabkan penderitaan itu? (ay.5)
  3. Ayat: 4 dan 8. Dua ayat ini (dan juga ay.15 dan ay.20) merupakan refrain dari nyanyian ini. Apa isi refrain ini? Apa hubungannya dengan keadaan yang mereka alami?
  4. Penderitaan terberat apakah yang pernah Anda alami dalam hidup Anda? Bagaimana Anda menghadapinya?  Sejauh manakah campur tangan Tuhan dalam situasi tersebut?

 

RENUNGAN

Bait pertama dari Mazmur ini membawa mereka kepada kenangan indah pada masa lalu ketika Tuhan menjadi gembala mereka. Mereka ingat keperkasaan Tuhan yang telah menyertai nenek moyang mereka, Yusuf.  Keperkasaan Allah itulah yang sekarang mereka rindukan. Mereka berseru agar Allah yang perkasa datang menyelamatkan mereka dari musuh-musuh mereka.

Namun, keindahan hubungan mereka dengan Tuhan itu hanya tinggal kenangan bagi mereka. Keadaan yang terjadi sekarang sangat berbeda. Alih-alih merasakan hubungan yang indah itu, mereka justru sedang merasakan murkaNya. Ratapan dan tangisan menjadi makanan mereka setiap hari. Mereka juga mengalami penderitaan secara sosial. Mereka menjadi bahan olok-olokan bangsa-bangsa lain di sekitar mereka.

Dalam keadaan itulah mereka berseru. Seruan mereka berisi pengakuan iman sekaligus permohonan. Dalam pengakuan iman itu terungkap dua sifat Tuhan yang penting, yaitu kuasaNya (pencipta dan penguasa alam semesta) dan kasihNya kepada mereka (digambarkan dengan wajahNya yang bersinar). Dilandasi pengakuan iman seperti itulah mereka memohon agar Tuhan memulihkan dan menyelamatkan mereka.

Kita semua tentu pernah mengalami hubungan yang manis dengan Tuhan. Kita juga berulang kali melihat ”keperkasaan” Tuhan yang terjadi dalam kehidupan kita sendiri, atau dalam keluarga kita. Namun, masihkah Anda mengalami semua itu sampai sekarang? Atau, semua itu hanya menjadi kenangan masa lalu? Pemikiran dan perasaan seperti itu kerap muncul ketika Anda sedang menghadapi penderitaan dan kesukaran besar dalam hidup Anda. Jika demikian, sudah waktunya untuk menyegarkan kembali iman Anda. Nikmatilah kembali persekutuan indah denganNya, ketika Anda berdoa, membaca firmanNya dan memuji namaNya.

 

Jika kita kehilangan indahnya persekutuan dengan Dia, kita tidak akan sanggup menghadapi kesulitan hidup yang menghadang kita.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«