suplemenGKI.com

Rabu, 23 Mei 2012

22/05/2012
Holy Spirit Comforter

Holy Spirit Comforter

1Kor 15:50-58

Hidup Dalam Karunia Allah

 

Paulus pada bagian sebelumnya menjelaskan bahwa ada kebangkitan orang mati, demikian juga Paulus menjelaskan ada tubuh alamiah dan tubuh rohaniah, ada yang binasa dan ada yang tidak binasa. Pada bagian ini Paulus ingin mengkaitkan kebangkitan orang mati dengan kemenangan Yesus Kristus di atas kayu salib.

  1. Apa yang Paulus katakan tentang Kerajaan Allah pada bagian ini?
  2. Bagaimana keadaan orang yang percaya pada akhir jaman?
  3. Apa yang telah Tuhan Yesus lakukan terhadap maut?
  4. Apa yang harus dilakukan orang yang percaya yang tinggal di dunia ini?
  5. Hal apakah yang dapat kita pelajari dari bagian ini?

 

Renungan:

Paulus menjelaskan bahwa keadaan manusia secara jasmaniah tidak akan dapat dibawa di dalam Kerajaan Allah (Sorga), karena di Sorga hanya ada bagian yang tidak dapat binasa, jadi tubuh jasmaniah tidak akan masuk di Sorga.

Paulus mengingatkan ada suatu rahasia yang besar bahwa orang yang percaya, tubuhnya akan diubah sebelum memasuki Kerajaan Allah, diubah dengan tubuh yang tidak dapat binasa (tubuh kemuliaan). Karena menurut Paulus bahwa akan datang waktu/ akhir jaman (bunyi nafiri) dimana orang-orang mati dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa untuk menikmati hidup yang kekal bersama-sama dengan Yesus Kristus.

Dengan penjelasan bahwa orang percaya yang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa, maka kematian orang-orang yang percaya bukan akhir dari perjalanan hidupnya di dunia ini. Jaminan kemenangan iman kita hanya terjadi di dalam Yesus Kristus, karena oleh kematian dan kebangkitanNYa kita dapat mengalahkan maut dan kuasanya.

Paulus menyadari bahwa adanya jaminan bagi orang yang percaya untuk mendapat hidup yang kekal di Sorga, tidak membuat orang yang percaya lupa akan kehidupan di dalam dunia ini.

Sebaliknya ia menegaskan supaya orang-orang yang percaya tetap berdiri teguh, tidak mudah diombang-ambingkan oleh pengajaran sesat, namun justru giat melakukan pekerjaan Tuhan. Paulus ingin orang-orang percaya tidak terbuai dengan kehidupan kekal di Sorga, namun tetap menjaga hidupnya semakin berkenan di hadapan Tuhan.

Bagaimana dengan kehidupan kita? Kita yakin bahwa hidup orang percaya karena anugerah Tuhan, karena AnugerahNya kita diselamatkan, itu bukan hasil usaha atau jerih lelah kita. Itu semua pemberian Tuhan.

Allah menghendaki supaya kita hidup dalam anugerahNya, orang yang hidup dalam anugerahNya senantiasa mensyukuri apa yang telah Tuhan perbuat baginya, sehingga ia akan mempertanggung jawabkan semua yang ia kerjakan di dalam dunia ini kepada sang Pemberi Hidup. Dengan demikian kita dapat senantiasa menjaga hidup kita untuk tetap setia kepadaNya dan bahkan giat selalu dalam pelayanan. Karena kita tahu apa yang kita lakukan di dalam Tuhan tidak akan menjadi sia-sia.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»