suplemenGKI.com

Rabu, 23 Juni 2021

22/06/2021

TENANGLAH,  JANGAN TAKUT

Markus 6 : 45 – 52

 

PENGANTAR
Setiap orang, biasanya memiliki ketakutan-ketakutan tertentu dalam hidupnya. Misalnya: takut pada kegelapan, takut pada ketinggian, takut bermasalah dengan orang lain, takut pada atasan, takut gagal dalam usaha dan lain sebagainya. Nah, perasaan-perasaan takut seperti itu bisa menjadi penghalang bagi kemajuan dan keberhasilan seseorang dalam prestasi, karier atau usaha.

Para murid dalam bacaan kita hari ini juga mengalami ketakutan terhadap badai angin sakal yang menerpa mereka. Melalui renungan hari ini, kita akan menelusuri apa yang menyebabkan ketakutan dan bagaimana mengatasinya.

PEMAHAMAN

  1. Apa yang terjadi dengan para murid dalam perjalanan menyeberangi danau Galilea ? ( ayat 45-48 )
  2. Bagaimana respon para murid ketika melihat Yesus berjalan di atas air ? ( 48b-49 )
  3. Apa yang di katakan Tuhan Yesus kepada para murid di tengah-tengah ketakutan mereka ? ( ayat 50-51). Apa makna perkataaan Yesus tersebut bagi kita ?

Setelah Yesus berkeliling mengajar, menyembuhkan orang sakit dan memberi makan lima ribu orang laki-laki, kemudian Yesus memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan berangkat lebih dulu ke seberang, ke Betsaida, kemudian Yesus pergi ke atas bukit menyendiri untuk berdoa. (ayat 45-46).  Sedangkan para murid mendayung perahu menyeberangi danau Galilea menuju Betsaida. Namun pada malam itu angin sakal datang menerpa perjalanan para murid, sehingga mereka terombang-ambing di tengah danau ( ayat 47-48a ). Segala perjuangan untuk mendayung, seolah-olah sia-sia. Angin sakal ini menghadang pergerakan perahu para murid sehingga para murid menjadi sangat kelelahan, padahal danau Galilea bukanlah danau yang asing bagi mereka.

Mengetahui bahwa para murid tidak berdaya menghadapi angin sakal, Tuhan Yesus datang ingin menolong mereka, dengan berjalan di atas air. Namun ketika mereka melihat Yesus datang, justru mereka mengira Yesus adalah hantu. Akibatnya mereka berteriak-teriak (49b) dan mereka sangat terkejut (50a). Bahkan dalam Injil yang ditulis oleh Matius di katakan bahwa para murid berteriak-teriak karena takut ( Mat 14: 26 ). Dalam kondisi takut, biasanya seseorang tidak bisa berpikir secara sehat, sehingga dapat berdampak yang kurang baik. Nah, dalam kondisi para murid mengalami ketakutan inilah, Tuhan Yesus datang kepada mereka dan berkata, “Tenanglah ! Aku ini, jangan takut”. Lalu Tuhan Yesus naik ke dalam perahu, sehingga angin sakal menjadi reda. (51). Sungguh dahsyat, kehadiran Yesus di dalam perahu para murid dapat meredakan angin sakal dan memberikan rasa aman dan nyaman bagi para murid.

Hal ini hendak mengingatkan kepada kita, bahwa di dalam kehidupan ini, kita tidak bisa menghindarkan diri dari angin sakal persoalan yang setiap saat menerjang kehidupan kita. Dan terkadang hal itu membuat kita takut dan kuatir serta bimbang. Namun ketika Tuhan Yesus masuk dalam perahu kehidupan kita, maka kita akan merasakan aman, nyaman dan damai.

REFLEKSI
Marilah kita merenungkan : Pernahkah kehidupan anda di terjang oleh angin sakal persoalan ?
Pada saat anda mengalami persoalan angin sakal kehidupan, apakah anda mempercayakan diri anda kepada genggaman Kristus ?

TEKADKU
Ya Tuhan, masuklah ke dalam perahu kehidupanku, agar saya mampu menjalani kehidupan yang penuh dengan persoalan ini di dalam topangan Tuhan.

TINDAKANKU
Saya harus terus berdoa dan berserah kepada Tuhan, agar saya memperoleh kekuatan dalam menjalani kehidupan ini.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«