suplemenGKI.com

Rabu, 23 Juni 2010

22/06/2010

Galatia 5:13-26

Kemerdekaan Yang Sejati

Paulus mengingatkan jemaat yang ada di Galatia, bahwa mereka telah mendapatkan kemerdekaan yang sesungguhnya di dalam Kristus. Sehingga seseorang yang sudah di dalam Kristus, ia tidak lagi terikat dengan hal-hal yang bersifat lahiriah, seperti sunat.
1. Apa yang dinasehatkan Paulus kepada jemaat di Galatia?
2. Dalam situasi yang bagaimanakah jemaat Galatia sedang hadapi?
3. Ada kehidupan daging dan ada kehidupan Roh, apa artinya ini?
4. Bagaimana cara kita hidup dalam kehidupan Roh?

Renungan:
Banyak orang yang ingin hidup merdeka dalam arti yang seluar-luasnya. Mereka ini biasanya menonjolkan kebebasan yang mutlak, bebas berbuat apa saja sesuai dengan keinginannya sendiri. Sehingga kemerdekaan selalu dikaitkan dengan kebebasan yang mutlak. Hal ini juga terjadi pada sebagian jemaat di Galatia, mereka yang dulu hidup dalam perhambaan hukum Taurat, setelah mengenal Kristus, mereka menjadi tidak diperhamba lagi oleh hukum Taurat. Mereka menjadi orang-orang yang bebas, namun rupa-rupanya mereka yang telah menyalah gunakan kemerdekaan tersebut. Banyak orang-orang yang telah mengenal Yesus Kristus malah berbuat dosa di dalam kemerdekaannya tersebut.
Oleh sebab itu Paulus menasihatkan untuk orang-orang Galatia supaya jangan menyalah gunakan kemerdekaan yang sudah di capai dalam Kristus. Seharusnya kemerdekaan itu digunakan untuk melayani sesama manusia dengan kasih.
Paulus dengan jelas ingin membedakan orang yang hidup dalam keinginan daging dengan orang-orang yang hidup dalam Roh. Orang yang hidup dalam kedagingan memiliki ciri: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedegilan, kemabukan, pesta pora dll. Sedang orang yang hidup dalam Roh memiliki ciri: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan dan penguasaan diri. Antara hidup dalam kedagingan dan hidup dalam Roh, keduanya bertentangan.
Paulus mengingatkan bahwa orang yang hidup dalam kedagingan tidak akan mendapatkan bagian dalam Kerajaan Allah. Bagi kita yang menjadi milik Kristus Yesus maka kita akan menyalibkan kedagingan kita serta segala hawa nafsunya dan memiliki hidup yang dipimpin oleh Roh.
Bagaimana dengan kemerdekaan yang kita miliki dalam Kristus Yesus? Apakah kemerdekaan itu menjadikan kehidupan kita lebih dekat dengan Tuhan dan lebih melayaniNya? Atau kita telah salah menggunakan kemerdekaan itu untuk berbuat dosa?

Kemerdekaan yang sejati justru menjauhkan kita dari berbuat dosa.
Kemerdekaan sejati membuat kita semakin mengasihi sesama kita.
Kemerdekaan sejati membuat kita rindu dipimpin oleh Roh.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*