suplemenGKI.com

SIKAP DALAM MEMUJI TUHAN

Mazmur 96

 

Pengantar
Memuji dan memuliakan Tuhan merupakan bagian dari kehidupan umat percaya. Hal itu bukan hanya dilakukan dalam persekutuan bersama saudara seiman, melainkan juga dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Ketika kita bernyanyi bagi Tuhan, maka ada sukacita, penghiburan, dan kekuatan yang dirasakan. Bernyanyi dengan penuh ucapan syukur juga merupakan perwujudan dari ibadah yang sejati.

Pemahaman

  • Ayat 1-5, 10, 13    : Mengapa pemazmur mengajak segenap bumi untuk bernyanyi dan memuliakan Tuhan?
  • Ayat 7-9                : Bagaimanakah sikap yang seharusnya dimiliki oleh umat yang hidupnya selalu memuji dan memuliakan nama Tuhan?

Mazmur 96 berisikan panggilan yang diberikan kepada semua orang untuk memuji, menyembah, dan memuliakan Tuhan. Pemazmur mengajak segenap bumi untuk bernyanyi dan memuliakan Tuhan karena ia sendiri telah menyaksikan kebesaran Tuhan dalam hidupnya. Ia merasakan bagaimana campur tangan Tuhan ketika Ia melepaskan Israel dari masa pembuangan. Tuhan digambarkan sebagai Raja yang maha besar karena segala perbuatan-Nya yang ajaib (ayat 3-4), serta mengadili dan menghakimi dunia dalam kebenaran (ayat 10, 13). Segala allah yang dipuja dan disanjung oleh bangsa-bangsa adalah kehampaan, karena hanya Tuhan-lah yang berkuasa atas segala sesuatu (ayat 5). Oleh sebab itu, bernyanyi memuliakan Allah bukan hanya dilakukan pada saat perayaan-perayaan khusus, melainkan dilakukan pada tiap kesempatan yang ada, agar umat selalu mengingat akan kasih setia Tuhan yang tak berkesudahan.

Pemazmur juga mengajak umat untuk memuji Tuhan dengan sikap yang benar, yakni penuh dengan ucapan syukur, penyerahan diri, hormat, dan pengakuan pada Allah yang hidup. Sejalan dengan hal itu, pemazmur juga mengingatkan kepada setiap umat yang memuji dan memuliakan nama Tuhan untuk selalu menjaga hidup kudus dan berkenan kepada-Nya (ayat 8-9). Jika umat hanya bernyanyi tanpa melakukan apa yang diajarkan dalam nyanyian tersebut, maka semuanya akan terasa sia-sia. Sebaliknya, jika umat menghidupi nyanyian itu dalam kesehariannya, maka umat akan selalu merasakan kasih setia Tuhan dan dikuatkan dalam menghadapi berbagai tantangan. Dengan demikian pujian yang dinyanyikan umat akan berkenan di hadapan Tuhan dan perwujudan dari ibadah yang sejati.

Refleksi
Kita sering mendengarkan nyanyian rohani yang menyentuh hati. Akan tetapi tak sedikit orang yang hanya menjadi penikmat nyanyian rohani, tanpa memaknai dan melakukan apa yang tertulis dalam lagu tersebut. Sikap dalam memuji Tuhan bukan hanya ditandai dengan semangat yang menyala-nyala saja, melainkan harus diimbangi dengan suatu tekad untuk melakukannya dalam hidup sehari-hari, sebagai bukti ketaatan dan hormat kita pada Allah yang hidup.

Tekadku
Tuhan, ajarlah aku untuk mau menyanyikan kasih setia-Mu dengan sikap hormat akan Engkau. Tuntunlah, agar aku dapat menjaga hidupku sehingga semakin berkenan kepada-Mu.

Tindakanku
Aku akan belajar merendahkan hati dengan melakukan setiap lirik yang tertulis dalam lagu rohani yang kunyanyikan ataupun kudengar, agar hidupku berdampak bagi orang-orang di sekitarku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*