suplemenGKI.com

Mazmur 148:1-6.

 

Ajakan Untuk Memuji-Muji Tuhan (1)

Pengantar:
Puji-pujian adalah merupakan respons yang bersifat: kekaguman, penghargaan, ketundukan dan penghormatan kepada yang dipuji (biasanya yang dipuji selalu posisinya lebih tinggi dari pada yang memuji) Hal ini sudah menjadi sesuatu yang alami atau otomatis, sehingga tidak perlu lagi harus minta-2 untuk dipuji, pujian itu pasti akan mengalir dengan sendirinya. Tetapi jika ada orang yang secara posisi seharusnya layak dipuji, namun ternyata tidak mendapat pujian, sebaliknya malah direndahkan oleh pihak yang posisinya yang lebih rendah, tentu ada sesuatu yang salah. Contohnya, banyak pemimpin negeri ini yang bukannya dipuji, tetapi justru dicaci, dimaki, dihina. Karena mereka tidak bisa memimpin dengan baik dan benar. Mazmur 148, adalah suatu ajakan untuk memuji-muji Tuhan, mengapa demikian?

Pemahaman:

  1. Siapa sajakah yang harus memuji-muji Tuhan menurut Mazmur 148:1-5a?
  2. Mengapa semuanya harus memuji-muji Tuhan? (v.5b-6)

Mazmur 148 ini merupakan Mazmur Nyanyian pujian yang merupakan ajakan untuk menyanyikan pujian secara universal oleh semua yang di langit dan di bumi. Tafsiran The Wycliffe Bible Commentary, menjelaskan bahwa bagian ini menjelaskan kegirangan mengantar kepulangan bangsa Yahudi dari pembuangan, yang menunjukkan alasan dan penyebab lahirnya puji-pujian umat yang begitu menguncangkan dunia.

Jika kita mencermati dengan teliti bacaan mulai ayat 1-5a, bagian ini merupakan ajakan kepada Surga, yang mengindikasikan segala suatu yang berada di tempat yang tinggi. Pemazmur mengajak para penghuni Surga dan seluruh ciptaan di langit untuk memuji-muji Tuhan. Disebutkan bahwa, segala malaikat-Nya, segala tentara-Nya, matahari, bulan, bintang terang, langit yang mengatasi langit dan air yang di atas langit. Semua itu mengarah pada seluruh ciptaan-Nya yang di tempat tinggi, diajak untuk memuji-muji Tuhan.

Tuhan yang bagaimana yang layak menerima puji-pujian dari seluruh ciptaan-Nya yang berada di tempat tinggi itu? Yaitu Tuhan yang memberikan perintah, maka semuanya tercipta, Tuhan yang mendirikan semuanya untuk seterusnya dan selamanya, dan memberi ketetapan yang tidak dapat dilanggar. Pernyataan-pernyataan itu mengarah pada kedaulatan Allah yang maha tinggi yang mengatasi segala sesuatu.

Jika semua ciptaan-Nya yang berada di tempat tinggi diajak untuk memuji-muji Tuhan yang berdaulat, maka seharusnyalah kita sebagai gereja selalu memuji-muji Dia yang berdaulat.

Refleksi:
Mari kita tenang sejenak, apakah selama  ini kita sudah memuji-muji Tuhan, dalam artian: mengagungkan, menghormati, meninggikan dan menyembah Dia yang berdaulat?

Tekad:
Tuhan, tolonglah agar saya lebih banyak memuji-muji Engkau dari pada memuji diri sendiri.

Tindakan:
Mulai saat ini saya ingin memuji, menyembah dan memuliakan Tuhan dalam segala aspek kehidupan saya. Baik dalam perkataan, perbuatan dan pikiran saya, karena memang hanya Tuhanlah yang layak untuk dipuji dan dimuliakan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*