suplemenGKI.com

Yesaya 51:17-23

TUHAN BUKAN HANYA MENGHUKUM

PENGANTAR
Tuhan yang menghukum, Tuhan juga yang menghiburkan. Gagasan tersebut nampak aneh. Namun, memang demikianlah Tuhan memperlakukan umat-Nya apabila mereka berbuat salah. Hukuman tetap diberikan kepada umat-Nya sebagai wujud keadilan-Nya. Namun, meski umat-Nya telah berbuat dosa, Tuhan tetap mengasihi mereka. Karena itu, pada waktu umat-Nya yang berbuat dosa menjalani hukuman mereka, Tuhan menghiburkan mereka. Hal inilah yang menjadi pesan pokok kitab nabi Yesaya sejak awal pasal 40 (lihat Yes. 40:1-2). Tuhan mengajar umat-Nya untuk setia melakukan firman-Nya dan bertanggung jawab atas akibatnya jika mereka melanggarnya. Namun, kepada umat-Nya yang sedang dihukum-Nya pun Tuhan akan tetap menunjukkan kasih-Nya kepada mereka.

PEMAHAMAN

  • Ay. 17-20. Mengapa Yesaya berseru kepada orang-orang Israel agar mereka terjaga! Apa yang sedang terjadi pada mereka? Seberapa parah keadaan mereka?
    • Ay. 21-23. Apa yang Tuhan lakukan bagi mereka? Apa peranan Tuhan bagi mereka? (ay. 22a).

Bangsa Yehuda memahami bahwa pembuangan ke Babel adalah hukuman yang mereka terima dari Tuhan. Tuhan menyerahkan mereka ke tangan musuh, sehingga mereka mengalami kekalahan, kelaparan, dan kematian. Kemarahan Tuhan yang menimpa mereka digambarkan seperti cawan yang membuat mereka pusing dan mabuk. Artinya, mereka tidak sanggup lagi mengatasi keadaan yang ada di hadapan mereka. Mereka juga tidak bisa berharap kepada teruna-teruna mereka, yaitu anak-anak muda yang biasanya menjadi andalan mereka. Mereka pun sudah kehilangan semangat dan kekuatan mereka (ay. 20). Tidak ada seorang pun yang dapat mereka harapkan untuk menghibur mereka atau meringankan penderitaan mereka. Di tengah keputusasaan dan kelesuan itulah Yesaya berseru kepada mereka, ”Terjagalah, terjagalah!”

Yesaya membangunkan mereka agar mendengarkan firman Tuhan dan memahami apa yang Tuhan sedang lakukan bagi mereka. Memahami bahwa mereka sedang menjalani proses hukuman dari Tuhan tidaklah salah. Namun, itu bukan sebuah pemahaman yang utuh. Tuhan memang bisa murka. Namun, murka Tuhan tidak akan mengurangi kasih-Nya kepada umat-Nya. Karena itu, ketika umat-Nya menjalani hukuman mereka, Tuhan juga menjadi pembela umat-Nya (ay. 22a). Tuhan juga yang akan membebaskan umat-Nya dari musuh-musuh mereka. Bahkan, Tuhan akan membalas para musuh yang sudah memperlakukan umat-Nya dengan sangat kejam (ay. 23).

REFLEKSI
Mungkin saja Tuhan menghukum seseorang karena ia telah berbuat dosa, namun itu bukan akhir dari seluruh cerita. Jika Tuhan yang menghukum seseorang, Ia pasti juga akan menghiburkan dan memulihkan keadaan-Nya.

 

TEKADKU
Tuhan, aku akan menanggung semua akibat kesalahanku dengan penuh tanggung jawab, namun aku percaya bahwa Engkau juga akan menguatkan aku dan memulihkan kehidupanku.

TINDAKANKU
Dalam seminggu ke depan, aku akan memohon maaf kepada orang-orang yang menderita akibat kesalahan yang telah aku lakukan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«