suplemenGKI.com

Rabu, 22 Mei 2019.

21/05/2019

Kisah Para Rasul 16:13-18.

 

“Iman Yang Asli dan Iman Yang Palsu”

Pengantar:
Pada zaman sekarang dunia tekhnologi dalam segala aspek sudah begitu maju dan canggih. Kemajuan dan kecanggihan itu merambah ke berbagai hasil-hasil karya manusia, katakanlah hasil karya barang-barang komsumsi sehari-hari, misalnya: makanan, pakaian, barang-barang elektronik dan sebagainya. Hal yang menarik adalah kemajuan dan kecanggihan tekhnologi itu ternyata menjadi peluang juga bagi pihak-pihak tertentu untuk memproduksi barang-barang imitasi atau palsu yang secara sepintas barang palsu itu sangat menyerupai aslinya tetapi setelah diteliti dengan baik ternyata itu “barang palsu” Apakah saudara pernah tertipu sehingga secara tidak sadar membeli atau mengkonsumsi barang palsu? Hari ini kita berjumpa dengan orang yang beriman asli dan orang yang beriman palsu.

Pemahaman:

  1. Apa yang dilakukan Lidia setelah ia percaya kepada Tuhan Yesus? (v. 13-15)
  2. Apa yang dirasakan Paulus terkait dengan kehadiran seorang yang beriman palsu? (v. 16-18)

Pelayanan perdana Paulus di daratan Eropa membuahkan hasil yang manis. Seorang perempuan saleh bernama Lidia membuka hati bagi pemberitaan firman Tuhan yang disampaikan Paulus. Bahkan ia kemudian memberi diri bersama keluarganya untuk dibaptis (v. 13-15) Hal yang sangat  menggembirakan pula adalah, setelah Lidia dan seisi keluarganya menerima keselamatan dan beriman kepada Tuhan Yesus Kristus, mereka menyediakan rumahnya untuk menjadi basis pelayanan pekabaran Injil di kota Filipi, hal itu tentu sangat mendukung pelayanan pekabaran Injil di Filipi. Kesediaan Lidia dan keluarganya untuk mengambil bagian dalam rangka mendukung pelayanan pekabaran Injil di kota Filipi dapat dikatakan sebagai wujud iman yang murni atau asli dari orang-orang (baca: Lidia dan keluarganya) yang telah percaya kepada Tuhan Yesus Kristus. Namun di sisi lain, Paulus juga ternyata harus berhadapan dengan suatu tantangan yang sangat mengganggu pelayanannya. Ada seorang hamba perempuan yang mempunyai roh tenung yang terus-menerus mengikuti Paulus sambil berseru “Orang-orang ini adalah hamba Allah yang maha tinggi. Mereka memberitakan kepadamu jalan pada keselamatan” (v. 17) Sepintas perkataan perempuan itu seolah mendukung pelayanan Paulus, tetapi sesungguhnya hamba perempuan itu mengganggu pelayanan Paulus dengan cara halus namun menghancurkan, mengapa? Karena dia melakukannya secara terus-menerus sehingga sangat mengganggu Paulus dan membingungkan orang yang ingin mendengar pengajaran Paulus. Paulus tahu bahwa perempuan itu dikendalikan oleh roh tenung, maka Paulus kemudian mengusir roh tenung itu di dalam nama Tuhan Yesus, agar tidak mengganggunya lagi.

Refleksi:
Renungkanlah. Melalui firman Tuhan hari ini, kita dapat mengambil pelajaran tentang bagaimana iman yang asli itu mewujud dalam karya yang baik dengan menyediakan diri untuk mengambil bagian dalam pelayanan sehingga menjadi berkat bagi orang lain. Tetapi iman yang palsu, seolah-olah mendukung pelayanan tetapi sesungguhnya sangat mengganggu, karena dikendalikan oleh roh yang bukan dari Tuhan melainkan dari hal-hal duniawi. Waspadalah terhadap hal-hal demikian.

Tekadku:
Ya Tuhan, selidikilah hati saya apakah saya telah sungguh-sungguh beriman dengan benar kepada-Mu. Tolonglah saya agar memiliki iman yang murni kepada-Mu sehingga saya juga berkenan mengambil bagian dalam pelayanan bagi kemuliaan nama-Mu.

Tindakkanku:
Jika Tuhan memberikan kesempatan kepada saya untuk ambil bagian dalam pelayanan, maka saya akan mensyukurinya dengan melakukan pelayanan dengan motivasi hanya untuk bersyukur kepada Tuhan Yesus yang telah menyelamatkan saya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«