suplemenGKI.com

RABU, 22 MEI 2013

21/05/2013

ROMA 5:3-11

“BERKAT DIBALIK DUKA”

 

PENGANTAR
Setelah Paulus menguraikan tentang berkat-berkat sebagai hasil pembenaran yang Allah lakukan bagi manusia berdosa, muncul sebuah pertanyaan di benak Paulus dan juga kita, jika hidup kita telah diperdamaikan dengan Allah, mengapa kita masih tetap mengalami penderitaan? Itulah yang sedang dijelaskan oleh Paulus dalam bacaan kita hari ini.

PEMAHAMAN

  1. Ayat 3-5: Sebutkan 3 alasan mengapa kita dapat bermegah dalam kesengsaraan kita sebagai orang percaya!
  2. Simpulkanlah dari ayat 5-8, apa yang membuat kita mampu bertekun, tahan uji, dan berpengharapan dalam menghadapi kesengsaraan?

Melalui Yesus Kristus kita memperoleh banyak berkat, yaitu dibenarkan (artinya: dosa-dosa kita dihapuskan), hidup dalam damai sejahtera dengan Allah (artinya: memiliki hubungan yang dekat dengan Allah), dan hidup dalam pengharapan (bahwa kita akan menerima kemuliaan Allah). Semua berkat itu tidak diberikan oleh hukum Taurat.

Selain berbagai berkat rohani di atas, di dalam Yesus Kristus kita juga mampu menghadapi kesengsaraan (harafiah: tekanan) dengan sikap dan cara yang berbeda. Kita tidak lagi berkeluh-kesah atau bersungut-sungut menyesali kesengsaraan yang menimpa kita. Kita malah mampu melihat kesengsaraan itu sebagai hal yang berharga dan mulia. Mengapa? Kesengsaraan itu memberi kesempatan kita untuk bertumbuh, menjadi orang-orang Kristen yang lebih tekun, lebih tahan uji dan lebih berpengharapan. Dan kita mampu menjalani semua proses itu karena kasih Allah yang dicurahkan di dalam hati kita.

Kasih Allah itu dinyatakan kepada kita melalui kematian Kristus (ay.8). Kematian Kristus memberi batas yang jelas mengenai kesengsaraan kita. Sebesar apapun tekanan itu kita akan mampu menjalaninya, sepanjang kesengsaraan itu bukanlah murka Allah. Dan melalui Kristus kita telah diselamatkan dari murka Allah itu. Jadi kesengsaraan yang kita hadapi sesungguhnya tidak sanggup merenggut berkat-berkat rohani yang telah kita terima melalui Kristus.

REFLEKSI
Coba ingatlah kesulitan/persoalan terakhir yang baru saja Anda lewati.

-       Bagaimana perasaan Anda pada waktu itu?

-       Bagaimana Tuhan menolong Anda melewati persoalan tersebut?

-       Apakah ada pelajaran berharga yang Anda dapatkan karena peristiwa tersebut?

TEKADKU
Tuhan, ajar aku mengucap syukur dalam segala kesusahanku. Bukan aku bahagia dengan karena kesusahan itu, tetapi aku berbahagia karena Engkau senantiasa ada menyertaiku dalam menghadapi kesusahanku. Dengan demikian aku percaya, Engkau terus bekerja, membentukku, menjadikan aku kuat melalui segala yang kuhadapi sekarang. Amin

TINDAKANKU
Temukan hal-hal yang bisa Anda syukuri dari persoalan hidup yang sedang Anda hadapi, atau yang terakhir kali Anda hadapi baru-baru ini. Lakukan itu sebagai bukti bahwa Anda mampu melihat kuasa Tuhan bekerja dalam persoalan Anda.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»