suplemenGKI.com

Rabu, 22 Juni 2016

21/06/2016

ALLAH YANG TERUTAMA

Mazmur 77:12-21

 

PENGANTAR
Apa bukti bahwa sesuatu atau seseorang memiliki keutamaan dalam hidup kita?  Bila “barang” pasti kita menjaga dan merawatnya supaya tetap indah dipandang.  Bila “manusia” sudah tentu kita akan menyayangi dan selalu memberikan yang terbaik kepadanya.  Pemazmur mengajarkan kepada  kita bahwa Allah adalah pribadi yang utama dan diutamakan, meski dalam situasi sesulit apapun.  Mari kita belajar?

 

PEMAHAMAN
Ayat 12, 13     :  Apa saja yang pemazmur lakukan di tengah pergumulan hidupnya?

Ayat 14-16      :  Apa yang pemazmur pahami tentang Allah dan karya-Nya?

Ayat 21           :  Apa yang pemazmur simpulkan tentang penyertaan Allah?

Apakah Allah adalah pribadi yang utama dalam hidup saudara?

Apakah bukti bahwa Allah adalah pribadi yang utama dalam hidup saudara?

Salah satu tanda atau bukti seseorang memandang ‘utama seseorang dalam hidupnya’ adalah selalu berusaha menjaga relasi atau hubungan agar tetap baik.  Selalu mempertimbangkan ‘keberadaannya’ sebagai pribadi yang berharga.  Sama halnya dengan ilustrasi ini, demikian juga dengan keutamaan Allah dalam diri orang percaya.  Tentunya yang dimaksud bukan sekadar hubungan di saat membutuhkan tanpa keyakinan dan pengalaman nyata bersama-Nya.  Bukan pula hanya sebatas untaian kata manis yang bertujuan merayu Allah untuk memberi sesuai yang diminta.

Pemazmur memberikan teladan hidup bahwa Allah adalah pribadi yang terutama.  Penegasan sikap dan keyakinan iman pemazmur terungkap melalui litani pujian, “aku hendak mengingat perbuatan-perbuatan TUHAN… aku hendak mengingat keajaiban-keajaiban-Mu, aku hendak menyebut-nyebut segala pekerjaan-Mu dan merenungkan perbuatan-perbuatan-Mu” (ayat 12, 13).  Keutamaan Allah dalam hidup pemazmur dilandasi pengakuan iman tentang Allah yang kudus, besar tak tertandingi, berkuasa dan berkarya menebus hidup umat-Nya (ayat 14-16).  Keutamaan Allah dalam hidup pemazmur tidak berhenti pada syair lagu,tapi mewujud dalam pengalaman nyata.  Itu sebabnya dengan lantang dan jelas pemazmur menyatakan, “Engkau telah menuntun umat-Mu seperti kawanan domba” (ayat 21).

Persoalan hidup memang bisa saja merampas sukacita iman kita;  tetapi itu hanya terjadi ketika kita sendiri mengijinkannya, sehingga sukacita kita dikalahkan oleh beragam persoalan dunia.  Mari belajar seperi pemazmur yang bukan hanya percaya, tetapi juga menyediakan diri dituntun Allah.  Sebab Allah adalah gembala yang baik dan yang tidak pernah melupakan domba-domba-Nya.

REFLEKSI
Mari merenungkan: Keutamaan Allah dalam hidup bukan hanya dilihat dari pengakuan terucap, tapi juga dari keyakinan dan sikap kita yang bergantung sepenuhnya kepada-Nya, Sang Pemelihara kehidupan.

TEKADKU
Tuhan tolonglah aku agar terus berpegang pada prinsip: tidak ada yang lebih utama dari pada Allah yang telah menuntun dan menebus hidupku.

TINDAKANKU
Aku terus mau belajar mencari kehendak Allah di atas segala persoalanku sebagai wujud bahwa Dialah yang terutama dalam hidupku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«