suplemenGKI.com

Rabu, 22 Juni 2011

21/06/2011

Mazmur 89:16-19

Kebahagian Karena Percaya Akan Keadilan Tuhan

Waktu saya duduk di kelas dua SMA, sekolah kami terpilih untuk menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya” pada upacara peringatan hari kemerdekaan negara Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1989 di kota kabupaten. Ketika kepala sekolah dihubungi oleh panitia peringatan hari kemerdekaan Indonesia – pemerintah kota sekabupaten, kira-kira tiga bulan sebelum 17 Agustus 1989, maka kami semua merasa bangga dan bahagia. Karena dari seluruh SMA, SMK, termasuk sekolah-sekolah swasta yang berbasis agama atau umum dengan jumlah sekitar hampir seratus sekolah, ternyata sekolah kami yang dipilih untuk menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, rasanya sangat istimewa. Sejak saat itu kami mulai berlatih seminggu tiga kali selama tiga bulan. Sejak saat itu pula sekolah kami yang  tadinya dianggap tidak berkualitas, gudangnya anak-anak nakal kini menjadi sekolah yang disegani dan diperhitungkan di kota kabupaten. Dalam mazmur 89:16-19, pemazmur mengungkapkan seruan bahagia, yang diwujudkan dengan ungkapan bersorak-sorai.

Pertanyaan-Pertanyaan Penuntun:

  1. Apa yang membuat pemazmur bahagia sehingga diungkapkan dengan bersorak-sorai?
  2. Apa dampak positif ketika pemazmur memahami keadilan Tuhan bagi hidupnya?
  3. Sudahkah saudara memahami keadilan Tuhan dalam hidup saudara? Apa yang saudara lakukan sebagai tanda kebanggaan saudara!

Renungan:

Setiap orang pasti tidak ingin mengalami ketidakadilan dalam hidupnya. Berbagai cara akan ia lakukan demi menuntut keadilan bagi dirinya. Pemazmur ini mewakili banyak orang yang seringkali mengalami ketidakadilan dalam kehidupannya.  Ketidakadilan selalu mendatangkan penderitaan, kesusahan dan keresahan. Tetapi ketika pemazmur memahami bahwa Allah menunjukkan keadilan baginya, melalui setiap karya pertolongan, pemeliharaan, penyelamatan dan perlindungan Tuhan (Lih v. 9-30) maka sejak itu perasaan kebahagiaan, sukacita dan kebanggaan menjadi milik pemazmur. Itu sebabnya ia mengungkapkannya lewat pujian dan sorak-sorai. Tidak berhenti pada euporia semata, tetapi ternyata pemazmur pada akhirnya juga mampu mengakui: kekuasaan, kemuliaan, kedaulatan Tuhan itu lebih dari segala-galanya (Lih. V. 19-20) Artinya Tuhan kini menjadi dasar dalam hidup pemazmur, tanpa Tuhan pemazmur tidak akan berdaya apa-apa. Pemazmur tidak  lagi hidup dalam ketakutan, kebimbangan dan tidak lagi merasa direndahkan bahkan pemazmur yakin Tuhan tidak akan meninggalkannya (Lih. V. 34-38) Saudara, jika kita yakin bahwa apapun keadaan kehidupan kita saat ini adalah karena keadilan Tuhan sedang ditegakan, entah kita dalam keadaan baik atau tidak baik, sehat atau tidak sehat bahkan berkecukupan atau berkekurangan, itu semua karena keadilan Tuhan berlaku atas hidup kita, maka kita tidak akan kecewa, tidak akan frustrasi, tidak akan bersungut-sungut dengan keadaan kita. Melainkan kita tetap bisa bersorak-sorai dan menyerukan kebahagiaan kepada dunia sekeliling kita. Karena keadilan Tuhan itu pasti mendatangkan sukacita dan kebahagiaan bagi setiap orang yang mengakui: kekuatan, pemeliharaan dan keselamatan dari Tuhan dalam hidupnya. Dan janji Tuhan selalu terjadi akan dinyatakan dalam hidup kita walaupun saat ini belum kita alami, tetapi saatnya akan tiba sesuai dengan keadilanNya. Kuncinya tetap percaya akan keadilan Tuhan adalah di atas segala-galanya.

Percaya bahwa keadilan Tuhan pasti akan berlaku dalam hidup kita, berarti kita sedang  menikmati kebahagiaan dan sukacita dalam hidup kita.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«