suplemenGKI.com

Rabu, 22 Juli 2015

21/07/2015

Dibenarkan oleh Kasih Allah Yang Maha Besar

Mazmur 14

 

Pengantar

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh sebuah lembaga ternama pada tahun 2015, 11% penduduk dunia mengaku sebagai atheis, yakni orang yang tak percaya adanya Tuhan. Dengan jumlah ini, populasi atheis menempati urutan ketiga terbesar setelah pemeluk agama Kristen (termasuk Katolik) dan Islam. Sebenarnya banyak di antara orang yang mengaku beragamapun, termasuk Kristen, memiliki pola pikir dan perilaku tak berbeda dengan para atheis. Mereka seringkali tidak mengindahkan Tuhan.  Topik inilah yang dibahas dalam Mazmur 14. Kata-kata yang tertulis dalam mazmur ini terulang kembali dalam Mazmur 53 serta dikutip dan dibahas oleh Paulus dalam suratnya kepada Jemaat di Roma, sebagaimana dapat dibaca pada Roma 3:11-12. Terkait dengan itu, kiranya apa yang kemudian ditulis oleh Rasul Paulus pada Roma 3:23-24 menolong kita memahami betapa besarnya kasih Allah kepada kita semua, orang yang berdosa, “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.” Bagaimana respons kita terhadap kasih Allah yang demikian besar?

Pemahaman

Ayat 1:      Siapakah orang “bebal” yang dimaksudkan oleh Pemazmur dalam ayat ini?

Ayat 2-4:  Menurut Sdr. siapa yang dimaksudkan dengan “anak manusia” (ay.2) dan “umatKu (ay.4)?

Ayat 5:     Apakah yang dimaksudkan dengan “di sanalah” dan “angkatan yang benar” (ay.5)?

Ayat 6-7:  Siapakah yang dimaksudkan Pemazmur sebagai “orang yang tertindas”? Dari mana pertolongannya?

Ada dua kelompok orang yang dikisahkan dalam mazmur ini. Kelompok pertama adalah orang bebal atau orang yang di dalam hatinya tidak mengakui keberadaan Allah atau tidak takut pada Allah (Baca pula 1 Samuel 25). Ia sekelompok dengan anak manusia (bedakan dengan Kristus yang menyebut diriNya sebagai Anak Manusia). Anak manusia (huruf kecil) adalah kelompok manusia yang memusuhi Allah dan umatNya. Mereka semua adalah orang-orang yang tidak mencari Allah dan melakukan berbagai kejahatan, termasuk menindas kelompok kedua, yakni umat kepunyaan Allah. Gambaran yang dipakai adalah umat Israel dalam penindasan oleh bangsa Mesir. “Di sanalah” menunjukkan Laut Merah di mana orang-orang Mesir, yang mengejar umat Israel, ditenggelamkan Allah. Pertolongan bagi orang-orang yang mau taat dan mengasihi Dia berasal dari Allah sendiri dengan kasih setiaNya yang luar biasa.

Refleksi:

Apakah aku termasuk manusia kelompok pertama atau kelompok kedua?

Tekad:

Sekalipun saat ini aku merasa “tertindas” aku bisa berharap akan pertolonganNya.

Tindakan:

Semakin percaya, taat dan bergantung kepadaNya. Ia yang akan bertindak sebagai Pembelaku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«