suplemenGKI.com

RELASI YANG DEKAT

Mazmur 27:4-9

 

Pengantar
Di tengah dunia yang semakin penuh dengan tantangan dan ketidakpastian ini, apakah yang menjadi andalan kita sebagai orang percaya? Pada hari ini kita akan belajar bagaimana kita bisa tetap bisa melanjutkan karya di tengah banyaknya tantangan yang harus dihadapi. Mari kita renungkan.

Pemahaman

  • Ayat 4     : Apakah yang menjadi kerinduan Daud di dalam hidupnya?
  • Ayat 5     : Mengapa Daud ingin sekali memiliki relasi yang dekat dengan Tuhan?
  • Ayat 6     : Apakah yang Daud lakukan setelah ia merasakan penyertaan dan pertolongan dari Tuhan?

Daud memiliki kerinduan untuk selalu berusaha mencari hadirat Allah. Hal itu sangat berharga di dalam hidupnya dan dia terus mendoakannya tanpa mengenal lelah. Ada tiga permintaan yang selalu Daud naikkan dalam doanya, yaitu: supaya ia bisa diam di rumah Tuhan seumur hidup, bisa menyaksikan kemurahan Tuhan dan menikmati (terjemahan lain: bermeditasi) dalam bait-Nya (Ay.4).

Daud ingin memiliki relasi yang dekat dengan Tuhan melalui doa-doanya karena Tuhanlah yang melindunginya di dalam pondok-Nya ketika dalam bahaya, Tuhan menyembunyikannya dalam persembunyian di kemah-Nya dan Tuhan mengangkatnya ke atas gunung batu (Ay. 5). Di dalam relasi yang dekat dengan Tuhan inilah ia bisa merasakan aman dan tenang.

Karena kesetiaan Daud untuk terus berusaha dekat dengan Tuhan, Tuhan telah menanggapinya dengan cara yang begitu indah yaitu “tegaklah kepalaku, mengatasi musuhku sekeliling aku.” Maka Daud menunjukkan rasa syukur dan terimakasihnya kepada Tuhan dengan melakukan beberapa cara, yaitu: ia mau mempersembahkan korban dengan sorak-sorai dan ia juga mau menyanyi dan bermazmur bagi Tuhan dengan sukacita.

Dengan penuh kesungguhan Daud berdoa agar ia bisa bersekutu terus dengan Allah. Keyakinannya di dalam Allah bertambah-tambah sebab ia sadar bahwa ia sungguh mengasihi Allah dan ketetapan-Nya. Kedekatan Daud dengan Allah dibina melalui kehidupan doa yang penuh dengan keyakinan dimana kebergantungan kepada Allah menjadi hal yang sangat utama.

Refleksi
Renungkanlah: Bagaimanakah relasi kita dengan Tuhan saat ini? Apakah kita memiliki relasi yang dekat dengan Tuhan atau kita jarang berjumpa dengan-Nya? Milikilah relasi yang dekat dengan Tuhan melalui doa dan persekutuan pribadi, supaya iman kita semakin teguh dalam mengikut Tuhan.

Tekadku
Ya Tuhan, di tengah kesibukan dan rutinitas yang saya jalani, tolonglah saya supaya saya tetap bisa dengan rutin mengutamakan waktu saya untuk berdoa dan bersekutu dengan-Mu.

Tindakanku
Mulai hari ini saya mau berkomitmen untuk bersaat teduh (berdoa, merenungkan firman) setiap hari: pada waktu _____ (pagi atau malam hari)

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«