suplemenGKI.com

Mazmur 2:1-12

PEMIMPIN YANG DIURAPI TUHAN

PENGANTAR

Sejak zaman dahulu, konspirasi telah digunakan sebagai cara yang paling ampuh untuk meraih kemenangan. Cara ini diterapkan di berbagai bidang, mulai dari politik hingga perekonomian. Untuk meraih kemenangan, para politikus dan para pelaku ekonomi mencari kawan untuk bermufakat, menyusun rencana-rencana tersembunyi, untuk ”mengeroyok” seseorang yang hendak mereka kalahkan. Dalam sebuah konspirasi, jika seseorang berhasil menarik semakinbanyak orang untuk berpihak kepadanya, maka semakin terbukalah juga kesempatan untuk menggunakan cara-cara yang licik dan jahat untuk mencapai tujuan mereka. Mazmur kita hari ini berlatar-belakang pergumulan seorang raja yang harus berjuang melawan musuh-musuhnya yang berkonspirasi melawan dia.

PEMAHAMAN

  • Ay. 1-3. Siapakah yang disebut dengan ”yang diurapi-Nya”? (ay. 2b, lihat juga ay. 6). Bagaimana sikap raja-raja dunia yang harus dihadapinya? (ay. 1).
  • Ay. 4-9. Apakah yang dilakukan Tuhan bagi raja yang diurapi-Nya? Sebutkan minimal dua hal.
  • Ay. 10-12. Nasihat apa yang diberikan oleh pemazmur kepada raja-raja dan para pemimpin pada umumnya?

Pemazmur membagikan pengalamannya menghadapi “raja-raja dunia” (yaitu raja-raja yang tidak mengenal Tuhan) yang memusuhinya. Mereka berkonspirasi dan menyusun rencana-rencana yang jahat untuk mengalahkannya. Sebagai seorang raja Israel, pemazmur menyebut dirinya sebagai “yang diurapi-Nya.” Pemazmur tahu sepenuhnya bahwa dia tidak sendirian. Tuhan berada di pihaknya.  Dan, kekuatan Tuhan lebih dari cukup untuk menghadapi raja-raja dunia yang berkonspirasi itu.

Keyakinan pemazmur dikonfirmasi oleh Tuhan sendiri. Kepada para musuhnya, Tuhan menegaskan bahwa Ia sendirilah yang telah melantik pemazmur sebagai raja di Israel. Jika mereka memusuhi pemazmur, mereka juga melawan Tuhan. Selain itu, Tuhan juga menegaskan keberpihakan-Nya kepada pemazmur. Tuhan akan menolong orang yang diurapi-Nya untuk mengalahkan musuh-musuhnya.

Di sisi lainnya, setiap pemimpin yang diurapi Tuhan juga harus berupaya agar pengurapan itu tetap efektif di sepanjang hidupnya. Untuk itu, pemazmur memberikan beberapa nasihat agar para pemimpin: 1) bertindak bijaksana, 2) bersedia menerima pengajaran, 3) setia beribadah dan menaruh hormat kepada Tuhan.

REFLEKSI

Jika Anda dipercaya untuk memegang peran kepemimpinan – baik di dalam keluarga, perusahaan, gereja, atau masyarakat – lakukanlah dengan sepenuh hati dan jangan takut menghadapi tantangan dan kesulitan. Ingatlah bahwa Tuhanlah yang telah “melantik” Anda menduduki posisi tersebut.

TEKADKU

Tuhan, tolonglah aku untuk lebih bersungguh-sungguh melakukan peran dan tanggung jawabku sebagai seorang pemimpin, meskipun aku harus menghadapi berbagai tantangan dan kesulitan.

TINDAKANKU

Dalam seminggu ini aku akan mendoakan orang-orang yang Tuhan percayakan kepadaku untuk aku pimpin, minimal dua orang setiap hari.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«