suplemenGKI.com

Yesaya 42: 14 – 21

DENGARKAN & PERHATIKAN

 

Pengantar
Menghadapi berbagai kesukaran dan tantangan hidup seringkali membuat seseorang mengalami depresi dan putus asa. Kondisi pandemi saat ini mengakibatkan ada banyak orang hidup dalam keputusasaan dan kehilangan pengharapan akan masa depannya. Bagaimana tidak, ada banyak orang membangun usaha namun mengalami kegagalan, ada banyak orang kehilangan pekerjaan, ada banyak relasi dalam keluarga yang rusak, usaha-usaha atau bisnis yang dibangun sejak lama hancur. Dalam situasi dan keadaan yang demikian nyatalah bahwa kehidupan ini sangat rapuh. Demikian juga manusia sangat rapuh. Bagaimanakah sebagai orang beriman kita menghadapi situasi dan masa-masa sulit?

Pemahaman
Ayat 14 – 17        Apakah yang akan dikerjakan Allah bagi umat-Nya?
Ayat 18 – 21        Apakah tujuan Allah melakukan semuanya itu?

Yesaya menyampaikan nubuatan dari Allah kepada orang Israel di pembuangan. Yesaya menyampaikan bahwa Allah merencanakan keselamatan bagi umat-Nya (ayat 14-15). Allah tidak akan membiarkan umat-Nya terus menerus hidup dalam keterpurukan dan penderitaan. Allah ingin menunjukkan kepada umat-Nya di pembuangan dan semua lawan mereka bahwa Allah adalah Allah yang berkuasa atas segala sesuatu dan tidak ada allah lain yang dapat menandingi (ayat 16-17).

Karya keselamatan yang Allah akan kerjakan hendak mengajarkan kepada umat Allah di pembuangan bahwa mendengar dan memperhatikan penting untuk dilakukan dalam kehidupan. Umat telah melakukan kesalahan dan dosa. Mereka tidak mendengar dan memperhatikan teguran dan suara Allah. Perintah Allah diabaikan. Akibatnya mereka jatuh dalam hukuman.

Karya keselamatan dari Allah merupakan inisiatif Allah yang ingin memulihkan keadaan umat-Nya. Allah bukan Allah yang mendendam. Allah adalah Allah yang sangat mengasihi umat-Nya. Di tengah penderitaan dan kesulitan di tanah pembuangan, firman Allah hadir menguatkan umat. Umat diajak kembali kepada Allah, mulai belajar mendengar dan memperhatikan perintah dan suara Allah.

Umat di masa sekarang diajak kembali untuk mengingat janji keselamatan dari Allah. Janji Allah bukan janji yang kosong. Allah ingin memulihkan keadaan umat-Nya. Oleh karena itu umat diajak untuk belajar mendengar dan memperhatikan perintah dan suara Allah.

Refleksi
Manusia seringkali ragu akan kemahakuasaan Allah. Hal itu dapat diperhatikan dari sikap manusia dalam menghadapi banyak persoalan dan kesulitan dalam hidupnya. Manusia cenderung mengikuti suara hatinya dan kehendaknya ketimbang mendengar dan memperhatikan suara Allah dalam firman-Nya. Untuk pulih dari kondisi yang terpuruk hanya bisa terjadi jika umat mulai belajar mendengar dan memperhatikan suara dan kehendak Allah.

Tekadku
Tolong kami ya Allah untuk mendengar dan memperhatikan suara-Mu dan kehendak-Mu dalam hidup kami. Jangan biarkan kami menjadi manusia yang bebal. Namun pulihkanlah keadaan kami. Jadikan kami menjadi anak-anak-Mu yang taat, bersedia mendengar suara-Mu dan kehendak-Mu

Tindakanku
Tetap percaya bahwa Allah akan menolong dalam setiap kesulitan. Oleh karenanya tidak berhenti untuk tekun berdoa dan tekun membaca serta merenungkan firman Allah.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*