suplemenGKI.com

BATU PERINGATAN

Yosua 24:23-28

 

PENGANTAR
Pada umumnya setiap kabupaten dan kota di Indonesia mempunyai gapura. Fungsi gapura bukan hanya sebagai gerbang kota, tapi juga sebagai penanda/peringatan batas wilayah dan segala peraturan lainnya yang harus diikuti siapapun yang masuk melewati kota tersebut.  Demikian halnya yang terjadi di akhir percakapan Yosua dan para pemimpin Israel dalam bacaan hari ini. 

PEMAHAMAN

  • Apa yang Yosua minta agar para pemimpin Israel lakukan? (aya23)
  • Apa yang para pemimpin Israel sampaikan kepada Yosua?  (ayat 24)
  • Apa yang Yosua kemudian lakukan sebagai peringatan bagi Israel? (ayat 27)
  • Apakah saudara bisa menemukan makna dari batu peringatan yang Tuhan berikan? 

Sebelum menantang sikap iman Israel yang diwakili oleh para pemimpinnya, Yosua menceritakan ulang sejarah perjalanan mereka sebagai bangsa dari Mesir menuju Kanaan.   Sejarah perjalanan bangsa yang juga menegaskan karya keselamatan Allah yang membawa mereka dari kemenangan sampai kepada kemenangan menuju dari tanah perjanjian (ayat 3-11).  Ketegasan Yosua ketika menceritakan karya Allah bagi Israel menunjukkan adanya penghayatan iman yang mulai luntur di kalangan para pemimpin yang datang.  Kondisi yang sama pasti juga dialami setiap pribadi atau keluarga yang mereka pimpin.  Ketegasan Yosua sekaligus merupakan teguran terhadap sikap iman para pemimpin Israel  yang datang di pertemuan Sikhem.  Yosua perlu menceritakan ulang supaya para pemimpin Israel paham dan tidak melupakan atau menurunkannya makna sejarah iman hanya menjadi semacam dongeng masa lalu.  Yosua mengajukan pertanyaan untuk mempertegas kesungguhan mereka untuk tidak lagi menduakan Allah (ayat 19, 20, 22, 23).

Syukur, mereka berkeputusan, “kepada TUHAN, Allah kita, kami akan beribadah, dan firman-Nya akan kami dengarkan.”  Yosua kemudian “mengikat perjanjian dengan bangsa itu dan membuat ketetapan dan peraturan bagi mereka” (ayat 25);  dan “mengambil batu besar dan mendirikannya di sana” (ayat 26).  Batu besar itu menjadi batu peringatan, bukan hanya tentang pertemuan di Sikhem, tetapi juga pengakuan akan karya keselamatan Allah bagi umatnya;  sekaligus pernyatan iman umat yang berketetapan menyembah kepada Allah, bukan illah-illah yang lain.  Batu peringatan itu menjadi batu penjuru bahwa di sanalah pengakuan iman Israel diteguhkan.  Siapapun, kemanapun dan dalam keadaan apapun,  mereka diajak kembali untuk setia kepada Allah yang sudah menunjukkan bukti kasihnya di sepanjang waktu.

Sepanjang perjalanan hidup, pribadi maupun bergereja, banyak pengalaman yang menjadi “batu peringatan” di tangan Tuhan.   Apapun itu, semua pengalaman menyampaikan pesan betapa luar biasanya  karya Allah dalam hidup kita.  Tidak terkecuali momen “penyatuan”  GKI tahun 1988 yang dirayakan bulan ini.  Bukan sekadar pengalaman biasa tapi merupakan Batu Peringatan yang menceritakan karya Allah yang sudah memulai dan terus memelihara, umat dan gereja-Nya. Kiranya Batu Peringatan ini tetap kita jaga dalam iman yang seiring dan sejalan.

REFLEKSI
“Penyatuan GKI” merupakan Batu Peringatan tentang kasih dan karya Allah yang senantiasa nyata dalam perjalanan umat dan gereja-Nya.  Mari kita terus menjaganya. 

TEKADKU
Tuhan, terimakasih untuk setiap pengalaman yang aku terima, baik pribadi atau bergereja (GKI).  Mampukan aku menemukan makna rohani di balik setiap peristiwa  sebagai “batu peringatan” yang terjadi dalam hidupku agar aku semakin dewasa di hadapan-Mu.

TINDAKANKU
Selagi kesempatan masih ada, aku mau terus berkarya dalam pertolongan-Nya sebab aku tahu bahwa peristiwa apapun merupakan “Batu Peringatan” yang menolong aku taat, lebih dewasa dan tidak mudah menyerah menyelesaikan persoalan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«