suplemenGKI.com

Filipi 2:1-11

Kesatuan Di Dalam Kristus               

                Surat Filipi ditulis oleh rasul Paulus waktu ia dipenjara di Roma. Paulus mendengar kabar yang kurang baik tentang kondisi jemaat di Filipi, yaitu adanya benih-benih perselisihan dan perpecahan diantara jemaat yang ada.

  1. Menurut saudara apa sedang terjadi di Filipi?
  2. Apa yang menyebabkan permasalahan di jemaat Filipi?
  3. Apa nasihat rasul Paulus untuk jemaat di Filipi?
  4. Apa yang diharapkan Paulus dari Jemaat Filipi?
  5. Apa makna yang dapat kita ambil dari bacaan ini? 

Renungan:

                Dalam Filipi pasal yang pertama Paulus mengingatkan bahwa orang percaya bukan hanya diberi karunia untuk percaya kepada Yesus Kristus saja namun juga karunia untuk menderita di dalam Dia. Bahkan Paulus berani memberikan contoh dirinya sebagai seorang yang rela menderita bagi Kristus. Paulus melihat bahwa di jemaat Filipi mulai ada perselisihan antar jemaatnya. Benih perselisihan dan perpecahan terjadi karena pelayanan yang dilakukan oleh beberapa orang mulai mengarah kepada kepentingan diri sendiri bukan lagi pelayanan bagi Tuhan. Pelayanan yang tanpa sadar mengarah pada pemuliaan diri sendiri menyebabkan adanya ketidakpuasan dan perselisihan. Bahkan Paulus berani menyebutkan nama-nama pemimpin yang sedang berselisih tersebut untuk segera bersatu di dalam Kristus (4:2,3).

                Terkait dengan konflik yang sedang terjadi baik anggota jemaat maupun para tokoh gerejawinya, Paulus menasihati jemaat untuk sehati sepikir dan tidak mencari kepentingan diri sendiri. Mencari kepentingan diri sendiri yang dibungkus dengan pelayanan, seringkali menggoda jemaat untuk melakukannya. Paulus memberikan anjuran untuk menangkalnya dengan cara: pertama, mereka harus menganggap orang lain lebih utama dari dirinya sendiri. Kedua, mereka harus membiasakan diri untuk berpikir dan berbicara mengenai kepentingan orang lain, bukan hanya kepentingan diri sendiri.

                Paulus meneguhkan nasihatnya untuk saling menghormati dan saling melayani, dengan menunjukkan teladan langsung dari Tuhan Yesus. Kristus adalah contoh sempurna kepemimpinan yang menghamba, yang bersedia mengosongkan diri dan rela melepaskan segala kemuliaanNya untuk menyelamatkan manusia.

                Dalam kehidupan kita pasti pernah mengalami beda pendapat, perselisihan, pertengkaran baik dalam keluarga, gereja maupun dalam masyarakat. Bagaimana kita menyikapi perselisihan tersebut? Apakah kita sudah meneladani Kristus yang rela melepaskan segala kemuliaanNya bagi orang yang berdosa? Relakah kita yang sedang bertengkar menganggap orang lain tersebut lebih utama dari kita? Kalau tujuan hidup kita ingin kesatuan Kristus nampak, maka kita harus rela”berkorban” demi orang lain yang sedang “bermusuhan” dengan kita. Seberapa besar “pengorbananmu” baginya, menunjukkan seberapa dalamnya kasihmu pada Tuhan Yesus.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*