suplemenGKI.com

Mazmur 34:1-6

BERSYUKUR

 

PENGANTAR
Kata “bersyukur” sering dihubungkan dengan kenyataan berlebih yang diterima seseorang. Wajar bila implikasinya dekat dengan tindakan berbagi kepada orang lain.  Bagaimana bila keadaan yang terjadi justru sebaliknya?  Mungkin tidak berbagi itu masih dilakukan?   Mari belajar dari Daud yang mensyukuri karya Tuhan dalam hidupnya.

PEMAHAMAN

Ayat 2 :  Apa yang menjadi komitmen Daud ketika mengingat kasih setia Tuhan?
Ayat 3a, 5:  Apa yang menjadi alasan Daud bersyukur kepada Tuhan?
Ayat 4, 6:  Apa yang menjadi ajakan Daud kepada umat?

Apakah makna bersyukur bagi anda?

Mazmur 34 diawali dengan kesaksian Daud menyelamatkan dirinya di depan Abimelekh.  Mengingat pengalaman tersebut, Daud menaikkan pujian syukur kepada TUHAN.  Ada tiga makna penting: Pertama, bersyukur berarti mengakui tindakan Tuhan.  Daud dengan gamblang berkata, “aku hendak memuji TUHAN pada segala waktu” atau “karena TUHAN jiwaku bermegah”.  Mengakui sama berarti percaya bahwa tidak ada satu perkara dalam kehidupan yang lepas dari rencana Tuhan.  Daud bukan sebatas mengakui tetapi juga mengalami secara riil Tuhan yang ada dan berkarya dalam hidupnya (Maz. 23).  Kedua, bersyukur berarti bersedia menjalani kehidupan.   Orang yang bersyukur menegaskan bahwa yang bersangkutan telah menjalani kehidupan atau pengalaman tertentu yang memampukannya bersyukur.  Pertanyaannya, setelah itu bagaimana?

Pengakuan Daud “Aku hendak memuji TUHAN pada segala waktu” dan “Aku telah mencari TUHAN” (ay.1, 5) menjadi bukti bahwa Daud  menghidupi rasa syukurnya dengan tetap menjaga relasinya dengan TUHAN.  Ketiga, bersyukur itu berarti memberi.  Dalam situasi yang sulit, umumnya manusia akan lebih memperhatikan dirinya daripada orang lain.  Alasannya sederhana, bagaimana mungkin seseorang bisa menghibur orang lain, bila dia sendiri di waktu yang sama juga butuh dihibur.  Tetapi bagi Daud rasa syukur yang dialami mendorongnya untuk berbagi pengalaman hidup dan mengajak orang lain untuk mengalami seperti yang dia alami (ay.4, 6).

Setiap kita adalah pribadi yang telah menerima berkat dari TUHAN.  Ada yang dipercaya sekian berkat dibanding yang lain.  Perbedaan jumlah yang dipercayakan tidak bisa menjadi ukuran mampu bersyukur atau tidak.  Sebab kekayaan hidup yang sesungguhnya diukur dari kesanggupan kita untuk mensyukuri berkat yang kita terima dari TUHAN, berapapun jumlah berkat itu.  Yang lebih penting juga adalah kesediaan untuk berbagi berkat bagi orang lain.

REFLEKSI 
Mari merenungkan: Seharusnya selalu ada alasan bagi kita untuk bersyukur atas berkat yang Tuhan berikan, sebab hidup yang kita miliki saat ini adalah pemberian-Nya.

TEKADKU
Tuhan tolong aku untuk senantiasa mensyukuri berkat yang Engkau sudah berikan.

TINDAKANKU
Hari ini aku mau menjadi berkat bagi orang lain melalui berkat yang aku terima dari Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«