suplemenGKI.com

Wahyu 1:4b-8

 

Mengakui Kristus sebagai Raja yang telah menjadikan kita Warga KerajaanNya

 

Kristus tidak saja sangat mengasihi kita, Ia sendiri yang telah melepaskan kita dari belenggu dosa oleh darahNya. Tidak berhenti sampai di situ saja, Ia pulalah yang menjadikan kita sebuah “bangsa pilihan” dalam kerajaanNya yang kekal. Beberapa pertanyaan penuntun berikut ini kiranya memperjelas pemahaman kita tentang siapa Dia dan siapa pula kita. 

Pertanyaan Penuntun

  1. Dari “siapa saja” kasih karunia dan damai sejahtera yang disampaikan oleh Yohanes sebagai salam kepada  ketujuh jemaat di Asia Kecil?  (ayat 4b – 5).
  2. Apa predikat Kristus yang disebutkan oleh Yohanes dalam salamnya sehingga kita tahu Dia adalah raja yang maha kuasa? (ayat 5a).
  3. Apa yang telah dilakukan oleh Kristus, Sang Raja Kekal bagi kita? (ayat 5b-6)
  4. Apa yang akan terjadi saat Ia datang kembali? (ayat 7)
  5. Apa sebutan yang Kristus gunakan untuk menggambarkan siapa diriNya (ayat 8) 

Renungan

Seseorang bisa menjadi pemimpin hanya karena jabatannya. Seorang raja bisa menjadi kepala sebuah negara hanya karena garis keturunan. Namun sebutan pemimpin sejati atau raja sejati hanya muncul karena adanya pengakuan dari orang-orang yang dipimpinnya atas karya nyata yang telah dibuatnya.

Dalam ayat 5 tertulis bahwa Yesus Kristus adalah Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini. Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya. Raja yang satu ini bukan hanya mengasihi kita tetapi Ia telah rela mati di atas kayu salib untuk menanggung segala dosa kita. Dan karena kuasa kebangkitanNya kita telah dimerdekakan dari kuasa maut.

Bukan itu saja Sang Raja telah memindahkan kita dari kerajaan kegelapan menjadi warga kerajaanNya. Kita yang berdosa dikuduskanNya dan dijadikanNya bangsa pilihan, bangsa “para imam” yang melayani Allah, Bapa-Nya. (ayat 6).

Bukankah sudah selayaknya kita bersujud syukur kepadaNya dan mengakui Dia sebagai Raja yang Maha Kuasa atas semua aspek kehidupan kita, melalui perkataan dan yang terutama tindakan kita sehari-hari. Maukah kita melakukannya? Atau jangan-jangan kita bukan lagi warga kerajaanNya? Ingatlah bahwa Ia bukan sekedar Raja yang fana tetapi Ia adalah Alfa dan Omega, yang ada, sudah ada, dan yang akan datang (ayat 8).

 

Seorang yang benar-benar bersyukur karena telah dijadikan Warga KerajaanNya yang Kekal,
pastilah akan sungguh-sungguh mengakui DIA, baik dalam ucapan maupun perbuatan

 

=====================================================================================

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*