suplemenGKI.com

Rabu, 21 Mei 2014.

20/05/2014

Kisah Para Rasul 17:30-34.

 

Pemberitaan Paulus Tentang Kebesaran Tuhan Yesus

 

Pengantar:
Berhadapan dengan orang-orang yang terpelajar dan pemikir hebat seperti golongan Epikuros dan Stoa di Athena memang tidak mudah, apalagi untuk menjelaskan perkara iman tentang Tuhan Yesus Kristus yang sudah bangkit. Bagi mereka pengajaran tentang kebangkitan orang mati adalah kebodohan, maka tidak heran mereka kemudian mengejek dan menertawakan pengajaran Paulus (v. 32) Tetapi bagaimanapun juga Paulus tetap memberitakan tentang kebesaran Tuhan itu. 

Pemahaman:

  1. Menurut Paulus, apa yang dibutuhkan seseorang agar dapat mengalami kebesaran Tuhan Yesus Kristus ?
  2. Bagaimana respon orang-orang di Athena terhadap pemberitaan Paulus tentang Tuhan Yesus Kristus ? 

Pada perikop ini secara gamblang Paulus sedang menjelaskan pokok-pokok kehidupan iman orang kristen yang seharusnya, agar dapat mengenal kebesaran Tuhan. Dalam bagian ini paling tidak ada dua pokok yang dipaparkan oleh Paulus. Pertama, Pertobatan: Ini menyangkut pembaharuan hidup yang utuh, agar bisa memiliki iman kepada Kristus. Seseorang tidak cukup hanya beragama, tetapi juga harus mengalami pembaharuan dalam pikiran yg dilanjutkan pembaharuan tindakan. Orang-orang di Athena semua beragama, tetapi mereka belum bertobat sehingga tidak bisa mengenal kebesaran Tuhan dalam kebangkitan Kristus. Bertobat berarti mengakui bahwa segala karya dan kebisaannya tidak mampu membawanya mengenal Tuhan kecuali takluk pada kuasa Roh Kudus (band 1Kor 12:3)  Kedua, Kesadaran bahwa akan datang penghakiman Allah bagi umat manusia. Berbicara tentang penghakiman berarti akan ada pertanggungjawaban atas hidupnya di hadapan Allah. Iman yang bagaimana, kepada siapakah hidup ini dipercayakan! Apakah ia menyembah Tuhan yg benar atau tuhan buatan tangan manusia, itu lah yang dipertanggungjawabkan dihadapan Tuhan pada hari penghakiman..

Ketika mendengar pengajaran Paulus itu, ada beberapa yang bertobat dengan menggabungkan diri dan menjadi percaya (v. 34) Sungguh sesuatu yang ajaib, di tengah-tengah orang-orang yang mengandalkan nalar dan perasaan untuk mencari kebenaran, namun ada pertobatan. Itu semata karena anugerah Tuhan bagi mereka. Hanya karena anugerah Tuhan seseorang dapat mengaku percaya menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhannya.

Refleksi:
Jika kita merenungkan hidup ini, kita mungkin bertanya “mengapa saya bisa mempercayai Tuhan Yesus?” satu-satunya jawaban adalah karena kebesaran Tuhan Yesus yang telah memperbaharui hidup saya.

Tekad:
Terima kasih Tuhan, untuk Anugerah-Mu yang telah memperbaharui hidup saya sehingga saya dapat percaya kepada Engkau sebagai Tuhan dan juruselamat saya. Kuatkan saya agar saya dapat terus mempertahankan iman yang benar kepada Engkau.

Tindakan:
Sebagai ungkapan syukur atas kebesaran Tuhan yang telah memperbaharui hidup saya, saya akan terus setia, berjuang untuk menyaksikan Kristus lewat kehidupan keseharian saya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«