suplemenGKI.com

Rabu, 21 Maret 2018

20/03/2018

Filipi 2:5-11

KERENDAHAN HATI

PENGANTAR
Dihormati dan dihargai adalah keinginan, atau lebih tepat: kebutuhan, semua orang. Di sekitar kita, kita selalu melihat orang-orang yang berusaha meraih penghargaan dan kehormatan yang setinggi-tingginya, tanpa peduli dengan cara yang digunakan untuk mendapatkannya. Apakah kondisi seperti itu terjadi dalam hidup menggereja? Dengan prihatin, kita harus menjawab: “ya”. Bahkan, di gereja pun kita masih dapat menyebut diri kita “pelayan” yang sedang “melayani” Tuhan dan sesama, namun masih tetap menomorsatukan kebutuhan kita untuk dihargai dan dihormati.

PEMAHAMAN
Sebenarnya jemaat Filipi memiliki orang-orang yang potensial dalam pelayanan gerejawi.  Namun, pada kenyataannya, orang-orang yang penuh potensi itu tidak bisa bekerja sama dengan harmonis.  Beberapa orang di antaranya lebih mementingkan diri sendiri dan mencari penghargaan atau pujian untuk diri sendiri.  Paulus menegur dan menasihati mereka di ayat 1-4.  Lebih lanjut, dalam bacaan kita hari ini, Paulus mengajak mereka meneladani Kristus.

  • Berdasarkan ayat 5-8, sebutkan minimal tiga sikap yang telah ditunjukkan oleh Kristus Yesus kepada kita.  Bagaimanakah kita menerapkannya dalam hidup menggereja?
  • Ketika Kristus taat kepada bapa dan rela merendahkan diri, apa yang terjadi pada-Nya? (ay.9)  Apa buahnya bagi manusia? (ay.10-11)
  • Apa artinya bertekuk lutut dan mengaku “ Yesus Kristus adalah Tuhan” (ay.11a)?  Mengapa Paulus menegaskan anak kalimat ’bagi kemuliaan Allah, Bapa!’? (bandingkan dengan ay.3a)

Banyak penafsir yang mengakui perikop ini sebagai bagian yang teragung yang pernah ditulis Paulus mengenai Yesus.  Dan, sungguh menarik bahwa bagi Paulus keagungan Kristus itu bukanlah sikap yang tidak terjangkau oleh manusia. Paulus justru mengajak kita meneladani sikap Kristus yang agung: rendah hati (ay. 6), rela melayani (ay. 7), taat sampai mati (ay. 8).

Ketiga sikap itu penting dalam hidup menggereja. Hanya saja, kita sering enggan menerapkannya karena kita merasa kuatir jika itu semua membuat kita dipandang rendah atau lemah. Itulah sebabnya kita memilih bersikap sebaliknya: arogan, minta dilayani, dan sok berkuasa. Tentu, ini bukan sikap yang tepat. Sebagai murid Kristus, kita harus meneladani sikap-Nya dan tidak perlu kuatir akan kehilangan kehormatan kita. Ketika Kristus melakukan itu semua, Allah justru meninggikan Dia. Dengan cara itu pula, Kristus memuliakan Allah Bapa.

REFLEKSI
Jika dalam pelayanan di gereja, Anda bertemu dengan orang-orang yang menyinggung harga diri Anda, masihkah Anda setia?

TEKADKU
Ya Tuhan, tolonglah aku melepaskan diri dari kebutuhanku untuk dihargai dan dihormati.

TINDAKANKU
Aku akan berdoa, memohon pertolongan Tuhan untuk mengampuni orang yang telah merendahkan harga diriku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«