suplemenGKI.com

RABU, 21 JUNI 2017

20/06/2017

MAZMUR 69:7-13

BERANI MENJADI BENAR

 

Pengantar
Tidak jarang kita lihat dalam kehidupan sehari-hari yang benar menjadi salah, yang salah menjadi benar. Hingga akhirnya melakukan yang benar tidak jarang menjadi hal yang tabu. Kebanyakan orang menjadi enggan dan malu untuk menjadi benar karena akan dicemooh dan dikucilkan. Bahkan menjadi orang benar resikonya mendapat hukuman. Inilah gambaran situasi yang dihadapi pemazmur. Ketika pemazmur melakukan kebenaran di dalam Tuhan, ia malah mengalami penderitaan. Bacaan kita kali ini memperlihatkan pergumulan pemazmur dalam mempertahankan kebenaran di dalam Tuhan.

Pemahaman
Ayat 7           Apa yang diakui pemazmur di hadapan Allah?

Ayat 8-13    Pergumulan apa yang dihadapi oleh pemazmur? Mengapa orang banyak meremehkan pemazmur?

Menjadi benar memang penuh tantangan. Ketika kita mau hidup benar di hadapan Allah, banyak orang melihat tindakan kita hanya untuk menunjukkan kesalehan yang semu. Seperti yang dialami pemazmur. Saat ia semakin mendekatkan diri kepada Tuhan, semakin mencintai Tuhan, ia dicela (ay. 10). Semakin menjadi benar, semakin jauh orang-orang terdekatnya (ay. 9). Kesalehan yang ia jalani menjadi sindiran dan celaan bagi kebanyakan orang (ay. 11-13). Tapi semua itu tidak menyurutkan keyakinannya kepada Tuhan. Ia tetap berlaku benar dan semakin mencintai Tuhan.

Keyakinan pemazmur ini perlu kita teladani dalam hidup beriman sekarang ini. Banyak dari kita berusaha mencari aman dan tidak berani berlaku benar. Kita korbankan keyakinan kita kepada Tuhan demipujian, hormat dari kebanyakan orang yang tidak lagi peduli kepada kebenaran. Melalui bacaan ini, kita diingatkan untuk tidak pernah menyerah berlaku dan berkata benar dalam segala hal karena itu wujud nyata cinta kepada Tuhan. Meski kita akan dianggap “sok saleh”, “sok suci”, kebenaran yang telah Tuhan firmankan hendaknya nyata dalam kehidupan kita sehari-hari. Itulah bukti iman kita kepada Tuhan.

Refleksi
Apakah kita telah bertindak benar hari ini? Mampukah kita bertahan benar sebagai tanda iman kita kepada Tuhan?

Tekadku
Tuhan, mampukan kami mempertahankan iman kami lewat kebenaran yang kami lakukan dalam kata, tindakan dan pikiran kami.

Tindakanku
Berani berkata dan bertindak benar di dalam keluarga, lingkungan kerja, gereja dan masyarakat.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«