suplemenGKI.com

Rabu, 21 Juli 2021

20/07/2021

SEMUA BERHARGA DI MATA TUHAN

Lukas 15:1-7

 

Pengantar
Ada dua orang anak muda yang sedang bercakap-cakap, sebut saja Joni dan Soni. Joni adalah seorang aktivis gereja, sedangkan Soni hanyalah seorang anak broken home yang pernah terlibat kasus kriminal. Joni bermaksud mengajak Soni untuk pergi ke gereja, namun Soni khawatir jika kehadirannya justru ditolak. Soni merasa bahwa dirinya telah penuh dengan dosa dan tak layak untuk berbakti pada Tuhan. Melihat kekhawatiran yang ada dalam diri Soni, maka Joni berupaya untuk memberikan penjelasan bahwa Tuhan sangat mengasihi umat manusia dan Ia tidak melihat latar belakang kehidupan siapa-siapa yang datang kepada-Nya. Ilustrasi ini mengingatkan pada kita bahwa setiap manusia sangatlah berharga di mata Tuhan dan Ia mau menerima setiap orang yang datang kepada-Nya tanpa mempedulikan latar belakang hidupnya.

Pemahaman

  • Ayat 1-2          : Bagaimanakah sikap orang-orang Farisi dan ahli Taurat ketika Yesus berkumpul dengan orang-orang berdosa ?
  • Ayat 3-7          : Bagaimanakah respon Yesus atas sikap orang-orang Farisi dan ahli Taurat tersebut?

Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa selalu haus akan pengajaran yang disampaikan oleh Yesus. Mereka membutuhkan belas kasih dan penerimaan yang baik saat kehidupannya diabaikan oleh orang-orang sekitarnya. Maka tak heran ketika Yesus sedang mengajar, mereka pun turut hadir dan mendengarkan segala pengajaran-Nya (ayat 1). Rupanya kehadiran para pemungut cukai dan orang berdosa tak disenangi oleh orang-orang Farisi dan ahli Taurat. Mereka bersungut-sungut dan jengkel karena Yesus menerima kehadiran orang-orang berdosa itu (ayat 2). Mereka beranggapan bahwa Yesus hanya akan merendahkan diri-Nya sendiri dengan berbuat demikian, dan juga sangatlah tidak layak jika Yesus harus bergaul dekat dengan orang-orang semacam itu. Bagi para orang Farisi dan ahli Taurat, orang-orang berdosa sudah tidak punya harapan lagi karena yang diberikan sarana untuk menikmati anugerah adalah keturunan Abraham yang tetap setia dan taat menjalankan Hukum Taurat.

Mengetahui persungutan dan kemarahan yang dilakukan oleh para orang Farisi dan ahli Taurat, Yesus pun memberikan perumpamaan tentang domba yang hilang (ayat 3-7). Perumpamaan ini menggambarkan keadaan orang berdosa bagaikan domba tersesat dari kawanannya yang kemudian ditemukan oleh pemiliknya. Si pemilik domba itu akan mengajak semua sahabatnya untuk turut bersukacita dengannya. Demikian pula ketika satu orang berdosa itu bertobat, maka seisi surga pun turut bersukacita. Melalui perumpamaan ini, Yesus hendak menegaskan kehadiran-Nya yang mencari, menemukan, dan menyelamatkan orang berdosa. Jika orang berdosa dianggap tak berharga bagi orang Farisi dan ahli Taurat, maka bagi Yesus lain halnya. Yesus memandang bahwa orang yang berdosa pun adalah orang yang layak untuk dikasihi dan diterima.

Refleksi
Apakah saat ini saudara memiliki anggota keluarga atau teman yang hidupnya telah jauh dari Tuhan? Apa yang membuatnya menjauh dari Tuhan? Adakah kehidupan kita pernah menjadi batu sandungan dan membuat mereka jauh dari komunitas? Bersediakah saudara untuk menemukan dan mengasihi mereka?

Tekadku
Tuhan, ampuni bila selama ini aku masih egois dan masih melakukan pembedaan atas diri sesamaku. Mampukanlah, agar aku memiliki kerendahan hati dan bersiap menjadi agen untuk mengasihi mereka yang terhilang.

Tindakanku
Hari ini aku akan mengambil waktu untuk mendoakan anggota keluarga atau teman yang telah jauh dari Tuhan karena berbagai peristiwa yang terjadi di kehidupannya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«