suplemenGKI.com

“Doa Bapa Kami”

Pertanyaan Penuntun Pemahaman Alkitab

  1. Bagaimana sapaan yang diajarkan Yesus ketika kita berdoa? Apakah keistimewaan sapaan tersebut bagi kita orang percaya?
  2. Ayat 3-4: Permohonan apa yang diajarkan ketika kita berdoa? Selain itu, kalimat doa ini juga mengandung tanggung jawab yang harus kita penuhi sebagai orang percaya, tanggung jawab dalam hal apakah itu?
  3. Dari doa yang Tuhan Yesus ajarkan, hal-hal penting apakah yang harus kita ingat untuk selalu ada dalam doa-doa kita?

Renungan

Doa yang Tuhan Yesus ajarkan, yang kita kenal dengan Doa Bapa Kami merupakan sebuah doa yang utuh, lengkap, yang mengajarkan kita banyak hal tentang doa itu sendiri.  Namun dalam perenungan kita kali ini kita tidak akan merenungkan semua bagian/detil dari Doa Bapa Kami, melainkan hanya beberapa garis besar penting yang bisa kita refleksikan dalam doa-doa kita secara pribadi.

Sapaan “Bapa” yang kita gunakan pada saat kita memanggil Tuhan kita dalam doa, merupakan sebuah sapaan yang luar biasa istimewa.  Kita menyebut Allah dengan Bapa hanya dapat terjadi  karena karya Kristus yang sudah menebus kita dengan darahNya di kayu salib, sehingga kita dilayakkan menjadi anak-anak Allah dan diperkenan memanggilNya sebagai “Bapa”.  Sapaan ini sekaligus mengingatkan kita akan kedekatan Allah dengan kita.  Sehingga setiap kali kita berdoa, kita harus ingat bahwa kita sedang berbicara dengan Allah layaknya seorang anak bicara dengan Bapanya.  Ada kedekatan yang terus terbina setiap kali mendekat kepada Allah dalam doa.  Karena itu sangat disayangkan jika orang berdoa hanya sebagai rutinitas atau ritual kristiani belaka tanpa pernah merasakan bahwa Allah itu dekat dan mengasihi kita sebagai anak-anakNya.

Dalam Doa Bapa Kami ini pula kita melihat bahwa sebuah doa bukan melulu hanya berisi permohonan.  Doa bukan hanya untuk meminta dan meminta.  Tetapi Tuhan Yesus mengajarkan dalam kalimat-kalimat doaNya, bahwa ketika kita memohon sesuatu, maka permohonan itu mendatangkan tanggung jawab sebagai konsekuensi logisnya. Ketika kita berdoa meminta makanan kepada Bapa, maka itu berarti ada tanggung jawab pula untuk mencukupkan diri dengan apa yang ada dan bersyukur atas apa yang bisa kita makan. Ketika kita berdoa meminta diampuni dosanya, maka itu berarti ada tanggung jawab untuk mengampuni orang lain yang juga bersalah kepada kita. Ketika kita meminta untuk dilepaskan dari cobaan dan yang jahat, maka ada tanggung jawab untuk menjaga diri dan tidak dengan sengaja bermain-main dengan cobaan, godaan yang jahat.

Pada akhirnya, sekalipun doa menegaskan hubungan kedekatan kita dengan Allah sebagai Bapa, namun itu bukan berarti doa hanya identik dengan meminta segala sesuatu, tetapi juga pernyataan tekad untuk mengemban tanggung jawab dari apa yang kita minta kepada Bapa.

Apa yang kita minta & yang Tuhan berikan pada kita, pada akhirnya harus kembali untuk Tuhan

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*