suplemenGKI.com

Mazmur 62:6-9.

 

Ketenangan Hidup Hanya Ada Di Dalam Allah

 

Pengantar:
Gemuruh ombak memecah pantai, gejolak massa meresah dunia, berbagai peristiwa dunia menghempas jiwa. Puisi singkat itu merupakan rintihan keresahan dunia yang semakin tidak memberi ketenangan, pengharapan apalagi keselamatan, sementara kita membutuhkan ketenangan. Kemudian kita bertanya “di manakah kita akan mendapatkan ketenangan, pengharapan dan keselamatan jika dunia terus bergelora? Mazmur 62:6-9 menawarkan tempat untuk mendapatkan ketenangan, pengharapan dan keselamatan.

 

Pemahaman:

  1. Termasuk Mazmur apakah Mazmur 62, dan dalam kondisi bagaimanakah keadaan pemazmur ketika mengungkapkan nyanyian ratapan ini?
  2. Apakah yang terbaik yang harus dimiliki atau dihayati ketika ada persoalan? (Ayat. 6-8)
  3. Pengharapan apakah yang bisa dibagikan kepada sesama ketika ada pergumulan? (v.9)

 

Mazmur 62 ini pada bagian-bagian awal berisi nyanyian ratapan, kemudian pada bagian-bagian akhir lebih menekankan pengajaran. Tetapi secara keseluruhan Mazmur 26 ini menonjolkan suatu kepercayaan dan keyakinan kepada Tuhan. Pemazmur ini adalah seorang yang dewasa dan memiliki kedudukan namun ia berada dalam keadaan terancam oleh pihak musuh (v.5) Tetapi pemazmur melihat semua ancaman itu sama sekali tidak berarti (The Wycliffe Bible Commentary)

Selanjutnya pemazmur menunjukkan satu-satunya tempat untuk mendapatkan ketenangan, pengharapan dan keselamatan adalah kepada Allah, yang digambarkannya seperti gunung batu, kota benteng. Suatu gambaran tempat berlindung dan lokasi tinggal yang aman, tenang dan damai. Dan itulah gambaran perlindungan Allah bagi setiap orang yang percaya dan berharap kepadaNya. Pemazmur menghayati betul bahwa ia tidak akan terperdaya oleh apapun juga jika ia berada pada kekuatan Allah yang menyelamatkannya. Dan untuk mengalami ketenangan, pengharapan serta keselamatan dari Allah dibutuhkan kerendahan hati untuk berserah kepada-Nya. Berangkat dari keyakinan dan penghayatannya kepada Allah, pemazmur menasihati orang lain agar umat mempercayakan dan mencurahkan pergumulannya hanya kepada Allah Sang pelindung sejati.

Refleksi:
Pernahkah anda merasa hidup ini tidak tenang, tidak punya pengharapan dan ragu akan keselamatan anda. Ada kabar baik, jangan berpaling pada siapapun untuk mendapatkannya, satu-satunya sumber ketenangan, pengharapan dan keselamatan adalah Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus. Datanglah sekarang juga kepadaNya, jangan tunggu esok.

 

Tekad:
Tuhan Yesus, aku bersyukur kepada-Mu, karena Engkau telah menjadi tempat perteduhan, benteng perlindungan dan sumber pengharapanku. Aku mau setia kepada-Mu.

 

Tindakan:
Karena aku sudah mendapatkan ketenangan, pengharapan dan keselamatan di dalam Tuhan Yesus Kristus maka aku akan terus mendorong orang lain di sekitarku untuk datang kepadaNya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*