suplemenGKI.com

Mazmur 97:1-9. 

Tuhan Adalah Raja Yang Dahsyat. 

            Ketika kita melihat ada satu pribadi yang sangat sempurna, maka kita akan menyanjung, mengagungkan dan menghormatinya. Itu memang sebuah penghormatan yang pantas untuk diberikan kepadanya. Tetapi ketika kita melihat ada pribadi yang sama sekali tidak layak untuk diberi pujian, sanjungan atau hormat mungkin kita akan berkata orang demikian tidak pantas untuk dihormati atau disanjung, sekalipun dia memaksa untuk minta dihormati atau sanjung. Saya jadi ingat dengan sosok Muammar Qaddafi, seorang mantan pemimpin Libya yang meninggal dunia dengan cara yang mengenaskan, yaitu ditembak oleh seorang anak muda yang notabene bukan seorang tokoh politik, bukan seorang pemimpin pasukan atau bukan seorang tentara terlatih. Sungguh sebuah tragedi yang bukan saja merupakan suatu penghinaan tetapi juga menunjukan betapa rendahnya harga diri, betapa jatuhnya kewibawaan seorang sosok Muammar Qaddafi di mata rakyat Libya. Ternyata kekuasaan tangan besi dan otoriternya sekian lama memerintah Libya tidak cukup membuatnya untuk dihormati, disanjung dan dipuji oleh masyarakat Libya. Jadi kehormatan, pujian dan sanjungan yang diusahakan dengan cara tidak benar akan berakhir pada penghinaan, kehancuran dan tidak ada harga diri.

            Mazmur 97 ini merupakan ungkapan pujian, hormat dan sanjungan kepada Allah yang adalah Raja di atas segala raja, karena memang Dia pantas, Dia layak dan Dia patut  menerima segala hormat, pujian dan sanjungan umat-Nya. 

  1. Apa yang anda perhatikan dan pikirkan sehingga Allah kita memang pantas. Layak dan patut menerima pujian, hormat dan kemuliaan?
  2. Siapakah yang seharusnya memberi hormat, kemuliaan dan pujian bagi Allah yang berkuasa itu? 

Renungan:

            Allah adalah pantas menerima hormat, pujian dan hormat adalah, Pertama: Karena Dia adalah Raja kebenaran. Dikatakan Raja kebenaran karena kebenaran itu berasal dari diri-Nya sendiri dan bukan diberikan, dicari atau diusahakan dengan membenarkan diri kemudian memaksa orang lain untuk mengakuinya. Kedua: Karena Dia adalah Raja keadilan, keadilan yang dimaksud pemazmur adalah Allah benar-benar menegakkan keadilan-Nya dengan tegas, lugas dan dalam koridor kebenaran sejati dari diri-Nya yang adalah kebenaran (band Maz 19:2, 50:6) Ketiga: Karena Dia adalah Raja yang mahakuasa, yang telah membawa kembali umat-Nya untuk menyembah dan memuliakan Dia, sekalipun umat-Nya telah menyeleweng dari pada-Nya. Dengan kemahakuasaan-Nya Dia memperbaharui hidup umat-Nya. Ketika Dia menyatakan kemahakuasaan-Nya maka umat-Nya menjadi berbalik dan kembali kepada-Nya (band v. 7-8) Empat: Karena Dia adalah raja yang membawa kemenangan. Ketika umat-Nya berada dalam perbudakan dosa, mereka terikat pada penyembahan berhala, terikat pada kehidupan duniawi, terikat pada kegelapan dan hawa nafsu. Tetapi ketika Allah membebaskan dan membawa mereka kembali ke Yerusalem, mereka tidak lagi terikat dengan berhala, dosa, hawa nafsu dan keduniawian tetapi mereka bebas menikmati kasih Allah, bebas beribadah kepada Allah dan hidup untuk memuliakan Allah (band v. 7-9)

            Kepada Allah yang adalah Raja yang dahsyat itu, semua unsur harus memuji, menyembah dan memuliakan Dia. Semuanya menjadi tunduk dan takluk kepada-Nya: awan dan kekelaman menjadi tumpuan kaki-Nya, gunung-gunung luluh di hadapan Tuhan, langit memberitakan keadilan-Nya, orang yang tadinya memegahkan diri kini memuliakan Dia dan Sion menjadi bersukacita karena kedahsyatan-Nya. Bagaimana dengan kita, adakah Allah yang adalah Raja yang dahsyat itu menjadi pemimpin dalam hidup kita? Dan adakah Allah yang dahsyat itu menjadi objek kemuliaan, hormat dan kuasa dari hidup kita? Di muka bumi ini hanya ada satu Allah yang dahsyat, Dialah Allah yang menyelamatkan dan membebaskan kita dari ikatan dosa, kepada Dialah kita menyembah.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*