suplemenGKI.com

MENSYUKURI KARYA ALLAH

Mazmur 145:1-4

 

PENGANTAR
Apa yang menjadi tanda tanaman bertumbuh subur dan sehat?  Bila tanaman hias, maka bunga menjadi tanda utamanya.   Bila tanaman produktif , maka keluarnya buah yang manis dan segar menjadi tanda pertumbuhannya.  Bila hidup beriman dianalogikan sebagai tanaman, apa yang menjadi tanda pertumbuhannya?  Mari kita belajar dari keyakinan pemazmur.  

 

PEMAHAMAN

  • Ayat 1-2    :  Apa yang pemazmur ingin lakukan untuk Allah dalam hidupnya?
  • Ayat 3       :  Apa alasan pemazmur melakukannya?
  • Ayat 4       :  Apa yang pemazmur yakini tentang masa depannya?
  • Pernahkah saudara bersyukur dan memegahkan nama Allah?  Dalam hal apa saudara biasanya bersyukur kepada Allah?

Hidup beriman dapat dianalogikan seperti tanaman.  Persoalannya, tidak semua tanaman tumbuh dengan subur dan sehat.  Ada tanaman yang bertumbuh tapi kelihatan kurus dan kering.  Jadi apa tanda hidup sebagai ‘tanaman’ yang bertumbuh subur dan sehat?  Pemazmur menggunakan empat kata kerja yang mempunyai makna sama:  “mengagungkan… memuji… memuliakan… memegahkan” nama Allah (ayat 1-4).  Pengulangan kata itu menunjukkan sesuatu yang penting.  Bukan karena pemazmur seorang seniman atau sekadar profesionalitas dirinya sebagai penyair.  Pengagungan kepada Allah lahir dari pengalaman pemazmur melihat “pekerjaan-pekerjaan” dan “keperkasaan-Mu” (ayat 4).  Artinya, pemazmur mengalami secara pribadi Allah yang berkarya dan berkuasa dalam hidupnya.  Wajar bila pemazmur berkomitmen mengagungkan dan memegahkan Allah “untuk seterusnya dan selamanya” (ayat 2).  Bacaan kita jelas menunjukkan bahwa pemazmur adalah pribadi yang senantiasa mensyukuri segala pengalaman bersama Allah sebagai berkat yang tidak terbandingkan dengan apapun.

Pengalaman hidup pemazmur bersama Allah, bisa menjadi pengalaman kita secara pribadi maupun keluarga.  Kuncinya, adanya kesediaan menemukan dan mengakui “pekerjaan-pekerjaan”  Allah (ayat 4) dalam hidup berkeluarga.  Anak-anak mengakui pekerjaan-pekerjaan Allah dalam hidup orangtuanya.  Bukan karena kelebihannya, tetapi karena karya Allah nyata dalam hidup mereka. Orangtua mengakui keperkasaan Allah dalam tumbuh kembang anak-anaknya.  Bukan karena perannya sebagai orangtua, tetapi karena melihat pertolongan Allah dalam tumbuh kembang anak.  Yakinilah, selalu ada alasan mensyukuri karya Allah di dalam dan melalui keluarga.

REFLEKSI
Mari merenungkan: Pengalaman menjalani kehidupan bersama keluarga adalah berkat Allah yang layak disyukuri bersama, agar masing-masing pribadi dalam keluarga bertumbuh mengenal Dia dan kehendak-Nya.

TEKADKU
Tuhan tolonglah, agar aku bertekad selalu mensyukuri karya Allah dalam kehidupan keluargaku melalui hal-hal yang kecil sekalipun.

TINDAKANKU
Aku mau mengajak anggota keluarga menemukan minimal satu alasan untuk mensyukuri kehidupan masing-masing maupun bersama sebagai keluarga.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*