suplemenGKI.com

Ibrani 7:20-28

IMAMAT KRISTUS DAN KESETIAAN

PENGANTAR
Selama tiga hari berturut-turut kita telah mempelajari imamat Kristus yang sempurna dan kekal. Bagaimana kita memberikan respons atas karya-Nya itu? Di dalam kesempurnaan dan kekekalan imamat Kristus, kita mendapati bahwa Ia mengerjakan peran imamat tersebut dengan setia. Jadi, meskipun kita tidak memiliki kesempurnaan dan kekekalan seperti yang dimiliki Kristus, kita dapat membalas karya imamat-Nya dengan kesetiaan kita.

PEMAHAMAN
Melanjutkan pembahasan sebelumnya, perikop bacaan kita hari ini menegaskan kembali keunggulan Yesus Kristus sebagai Imam Besar dengan menyebutkan tiga alasan yang dijelaskan dalam ayat 20-22, ayat 23-25, dan ayat 26-28.

  • Ay. 20-22.  Dengan apakah imamat Kristus ditetapkan? Apa peran Allah dalam hal ini, dan apa peran Kristus sendiri?
  • Ay. 23-25. Apa keunggulan imamat Kristus dibandingkan imamat Lewi? Apa dampaknya bagi kita?
  • Ay. 26-28.  Apa saja karakter Kristus yang disebutkan di sini? Apa hubungannya dengan kesempurnaan imamat Kristus?

Ayat 20-22 menjelaskan bagaimana imamat Kristus ditetapkan. Berbeda dari imamat sebelumnya, imamat Kristus ditetapkan dengan sumpah yang diucapkan oleh Allah sendiri (ay. 21). Selain itu, Yesus sendiri yang menjadi jaminan atas janji tersebut (ay. 22). Istilah “jaminan” (Yun: engyos) merujuk pada seseorang yang menjamin posisi atau usaha orang lain dengan mengambil risiko yang dapat membahayakan dirinya sendiri. Sumpah yang diucapkan Allah dan jaminan yang diberikan Kristus itulah yang membuat imamat-Nya tidak akan berubah dan tidak akan gagal.

Untuk menjaga keberlangsungan pelayanan mereka, imam-imam keturunan Lewi melakukan regenerasi secara turun-temurun. Karena itu, jumlah mereka sangat besar (ay. 23). Imam-imam keturunan Lewi adalah manusia biasa. Masa pelayanan mereka dibatasi oleh kematian. Kelemahan semacam ini tidak ada pada Kristus. Karena itu, keimaman Kristus akan berlangsung secara permanen, dan tidak akan dialihkan kepada siapapun (ay. 24). Hal ini yang menjamin kesempurnaan karya-Nya sebagai Juruselamat dan Juru-syafaat (ay. 25, “Pengantara”) yang senantiasa berdoa bagi umat-Nya (band. Rom. 8:31-34).

Ayat 26-28 dimulai dengan menyebutkan karakter Kristus sebagai imam besar (ay.26): “saleh, tanpa salah, tanpa noda, terpisah dari orang berdosa”. Dengan karakter ini, Kristus tidak perlu mempersembahkan kurban untuk diri-Nya sendiri dan Ia layak untuk mempersembahkan diri-Nya sebagai kurban untuk menebus dosa umat-Nya (ay. 27). Karakter Kristus ini juga menjamin bahwa imamat-Nya sempurna selamanya.

REFLEKSI
Cara terbaik untuk merespons karya imamat Kristus yang sempurna dan kekal adalah dengan menjadi umat-Nya yang setia.

 

TEKADKU
Tuhan, ada banyak hal yang sering menjadi penghalang kesetiaanku kepada-Mu. Berikanlah kepadaku semangat dan kesungguhan hati untuk menyingkirkan penghalang tersebut.

TINDAKANKU
Dalam seminggu ke depan aku akan berusaha mengatasi salah satu hal yang paling sering menjadi penghalang kesetiaanku kepada Tuhan, dan aku akan membagikan upayaku ini kepada pasanganku atau sahabatku, atau di dalam kebaktian doa yang aku ikuti.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«