suplemenGKI.com

Rabu, 20 Maret 2019.

19/03/2019

Yesaya 55:10-13.

 

“Janji Tuhan Kepada Orang Yang Memiliki Hidup”

Pengantar:
Setiap orang pasti menginginkan kehidupan yang lebih baik, keinginan untuk kehidupan yang lebih baik adalah sesuatu yang wajar. Untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik itu orang akan berjuang dengan berbagai cara sekalipun tidak jarang bertentangan dengan kebenaran Allah. Bangsa Israel pada zaman nabi Yesaya merindukan kehidupan yang lebih baik itu, khususnya ketika mereka berada dalam pembuangan di Babel. Tuhan sendiri dari sejak Ia menciptakan manusia sampai sekarang menginginkan supaya umat manusia ciptaan-Nya mendapatkan kehidupan yang lebih baik, lebih manusiawi, lebih berbahagia. Bagaimanakah cara memperoleh kehidupan yang lebih baik? Mari kita telusuri bacaan kita.

Pemahaman:

  1. Apa makna pernyataan-pernyataan penulis melalui ayat 10-11?
  2. Apakah arti pernyataan semarak gembira alam semesta yang digambarkan ayat 12-13?

Nabi Yesaya menyatakan bahwa apa pun yang telah direncanakan oleh Tuhan, apa pun yang telah difirmankan-Nya, selalu dilaksanakan-Nya, selalu berhasil, dan tidak akan sia-sia. Hal ini digambarkan dengan hujan dan salju yang turun ke bumi. Kedua unsur itu turun untuk memenuhi kehendak dan tujuan pengirimnya, yaitu Allah, dan tidak akan kembali kepada Allah dengan sia-sia. Ini menunjukkan kekuatan firman Allah dalam menggenapi janji-janji-Nya, yaitu kehidupan yang lebih baik bagi umat-Nya. Firman Tuhan itu selalu berproses dan berbuah baik untuk kebaikan umat Tuhan. Tuhan membuktikan semua rencana dan firman-Nya itu, dengan memberi kesempatan kepada umat-Nya Israel kembali ke tanah perjanjian. Selama ini umat Tuhan diperbudak oleh dosa, yang membuat mereka harus terbuang ke Babel dan diperbudak di sana selama kurang lebih 70 tahun. Namun kini penderitaan dan perbudakan dosa itu segera berlalu, karena Tuhan mengembalikan mereka ke Yerusalem, ke kota mereka dengan penuh sukacita. Artinya, pembebasan telah tiba, karena itu tidak perlu lagi ada kekuatiran dan ketakutan bagi umat Tuhan. Ayat 12 menggambarkan sukacita alam di mana gunung-gunung dan bukit-bukit pun turut merayakan pembebasan umat Tuhan, bahkan pohon-pohon dengan ranting-ranting seolah seperti tangan yang bertepuk tangan. Jadi, kalau alam saja dapat merasakan kebaikan Tuhan janji Tuhan, apalagi manusia yang diciptakan sebagai “imago Dei”, segambar dan serupa dengan Allah, harus lebih lagi bersukacita dan memuji Tuhan karena segala kebaikan dan kasih Tuhan.

Refleksi:
Mari merenung sejenak. Pernahkan saudara menghitung berapa banyak janji Tuhan yang telah saudara alami dalam hidup saudara? Apakah saudara bersyukur untuk hal itu?

Tekad:
Tuhan, sungguh sudah tidak terhitung jumlah janjji-Mu yang telah Engkau nyatakan dalam hidup saya, saya mau bertekad untuk selalu menysukurinya dalam hidup saya.

Tindakkan:
Saya mau berkomiten untuk terus menghidupi keselamatan yang sudah Tuhan anugerahkan bagi saya dengan tetap setia beribadah, melayani bersaksi tentang keselamatan dari Tuhan Yesus bagi sesama di manapun saya berada.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«