suplemenGKI.com

Rabu, 20 Juni 2018

19/06/2018

AJAKAN BERSYUKUR

Mazmur 107:1-3

 

PENGANTAR
“Bersyukur” adalah tindakan yang tidak mudah dilakukan secara spontan ketika menghadapi persoalan. Butuh waktu dan upaya melakukannya.  Sebaliknya, pemazmur mengajarkannya di awal.  Mengapa dan apa alasan pemazmur melakukannya?  Mari kita renungkan. 

PEMAHAMAN

  • Apa yang pemazmur ajarkan kepada umat Tuhan? (ayat 1a)
  • Karakteristik Tuhan seperti apa yang pemazmur sampaikan?  (ayat 1b)
  • Apa alasan pemazmur menyampaikan ajakan tersebut? (ayat 2)
  • Apa yang biasa kita katakan ketika menghadapi persoalan? 

Persoalan dengan beragam bentuknya adalah hal jamak yang dialami setiap orang.  Tidak ada yang tidak mengalaminya.  Jenis persoalan bisa sama atau berbeda bukanlah esensi dari hadirnya persoalan itu sendiri.  Sebab persoalan hadir dengan konteksnya masing-masing.  Hal penting  yang membedakannya adalah apa yang dilakukan pertama kali ketika persoalan itu datang?  Respons apa yang keluar dari diri kita:   mengeluh, marah, kecewa, menyalahkan orang lain, stress atau menangis?  Beda dengan ajakan pemazmur pada bacaan kita hari ini.  Pemazmur mengingatkan dan mengajak umat Tuhan untuk bersyukur.  Pemazmur menempatkan rasa syukur tersebut sebelum ia menceritakan persoalan yang dialami umat Tuhan, “Bersyukurlah kepada TUHAN” (ayat 1a).  Artinya, ajakan permazmur tidak didasarkan pada kualitas pengalaman ketika menghadapi persoalan;  atau sebagai upaya untuk menutupi ketidaknyamanan karena persoalan.  Pemazmur mendasarkan syukurnya di atas kebaikan Tuhan, “sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya” (ayat 1b).  Pemazmur mengajak umat Tuhan untuk belajar menemukan kebaikan Tuhan, yaitu penebusan dosa (ayat 2) yang melebihi segala pengalaman apapun.  Pengalaman sebagai “orang-orang yang ditebus TUHAN”  (ayat 2), seharusnya menjadi modal bagi umat Tuhan untuk lebih tegar dan semangat menyelesaikan persoalannya.

Ajakan pemazmur untuk bersyukur perlu direspons dengan baik.   Sebab kebaikan Tuhan yang berlangsung dari kekal sampai kekal menjadi dasar bagi umat Tuhan untuk menyikapi persoalan apapun yang terjadi.  Sikap ini bukanlah kesombongan atau menganggap remeh persoalan.  Bersyukur merupakan tindakan iman  kepada Tuhan yang sudah membereskan persoalan terbesar dalam hidup yaitu dosa.  Bersyukur memberikan kekuatan dan semangat menyelesaikan persoalan di dalam pertolongan Tuhan.   Sebab menyelesaikan persoalan tanpa didasarkan pada rasa syukur kepada Allah, hanya akan berbuahkan kemarahan dan kegagalan.  Jadi tidak ada alasan bagi umat Tuhan hari ini untuk senantiasa bersyukur atas kebaikan-Nya dalam hidup.  Mari menerima dan melakukan ajakan pemazmur untuk mensyukuri semua kebaikan Tuhan. 

REFLEKSI
Mari merenungkan: Bersyukur merupakan tindakan iman kepada Tuhan yang sudah membereskan persoalan terbesar dalam hidup kita yaitu dosa.  Yakini:  Dia melebihi segala persoalan hari ini.

TEKADKU
Tuhan Yesus mampukan aku menemukan kebaikan-Mu dan mensyukurinya tiap waktu.

TINDAKANKU
Hari ini, aku akan selalu berusaha menemukan kebaikan Tuhan di saat bekerja di tempat kerja, melakukan pekerjaan dalam keluarga dan mengerjakan tugas dalam pelayanan.  Aku mau melatih diriku mensyukurinya, walau keadaan tidak sepenuhnya baik-baik saja.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«