suplemenGKI.com

Rabu, 20 Juni 2012

19/06/2012

Mazmur 107:1-9

Bersyukur Kepada Tuhan

 

Dalam tradisi Israel, Mazmur ini dipahami bukan sekadar sebagai bentuk litani peribadahan, tetapi juga sebagai ungkapan iman  atas tindakan Tuhan dalam perjalanan sejarah umatNya.

Pertanyaan Penuntun:

  1. Apa isi ajakan/seruan pemazmur di bagian ini?  (ayat 1)
  2. Apa alasan ajakan/seruan tersebut? (ayat 1, 8, 9)
  3. Bagaimana pemazmur mengungkapkan  kualitas kasih Tuhan?  (ayat 1)
  4. Bagaimana pemazmur menggambarkan pertolongan Tuhan atas mereka yang berseru kepadaNya?  (ayat 4-6)

 

RENUNGAN

Dalam pasal ini pemazmur mempunyai misi khusus yaitu mengajak jemaat untuk bersyukur kepada Tuhan. Pemazmur meyakini bahwa bersyukur kepada Tuhan bukanlah hal yang dilakukan karena paksaan atau terpaksa, tetapi merupakan ungkapan yang tulus dari mereka yang telah ditebus-Nya dari kuasa yang menyesakkan, dikenyangkan oleh kasih karunia Tuhan, dan dibebaskan-Nya dari belenggu. Mazmur ini mengajak umat Allah memuji dan membesarkan Allah karena kasih setia-Nya yang telah menebus individu-individu dari berbagai kesulitan mereka (ayat 1-3).  Melalui Mazmur ini, umat diajak untuk mengingat kebaikan Tuhan dalam segala-Nya.

Kebaikan Tuhan dinyatakan di segala tempat (bangsa) dan situasi.  Kebaikan Tuhan dirasakan oleh mereka yang dari Timur, Barat, Utara, dan Selatan.  Di dalam kehidupan mereka yang di bawah kuasa yang menyesakkan; mereka yang di padang belantara; mereka yang tersesat; mereka yang dalam kegelapan dan kekelaman; bahkan mereka yang mendekati kematian; kebaikan Tuhan pun nyata.  Secara garis besar, berbagai pengalaman sulit manusia pada umumnya terwakili dalam bagian ini. Kisah tentang pengembara yang tersesat di gurun gersang, mengalami kelaparan dan kehausan, waktu itu merupakan hal yang lazim terjadi (ayat 4-9). Pengalaman tersebut sangat mungkin melambangkan pengalaman pengembaraan Israel selama mereka mengembara di padang gurun.  Entah hanya pengalaman pribadi atau juga bagian dari pengembaraan umat, kebaikan Allah sajalah membuat pengembara tidak hanya terpelihara, tetapi juga terarah dalam pimpinan Allah. Jelas pemazmur mengaitkan peristiwa ini dengan tema keselamatan.  Petunjuk untuk itu terlihat dalam penggunaan kata berseru-seru (ayat 6), yaitu ungkapan mencari pertolongan Allah dari kebutuhan hati yang amat dalam.

Apa yang diungkapkan pemazmur merupakan pengalaman iman yang mengajarkan  kita untuk selalu bersyukur atas tindakan Tuhan.  Mazmur ini mengajarkan kita untuk sejenakmelihat perjalanan hidup kita di masa lalu.  Ada masa-masa kesesakan di tengah beragam sukacita yang juga turut mewarnainya.  Meskipun mungkin kehidupan terasa monoton, tapi akan tetap semarak bila kita mampu menemukan alasan untuk mengucap syukur kepada Tuhan.  Dari sanalah kita akan mengerti bahwa kebaikan Tuhan berkuasa mengatasi permasalahan kita.  Lebih dari itu, kebaikan Tuhan juga menolong kita untuk tidak tenggelam dalam kehidupan dosa dan kejahatan kita.   Mengucap syukur akan selalu mengingatkan kita akan Tuhan yang senantiasa hadir dan berkarya dalam hidup.

Bersyukur berarti mengakui dan menerima tindakan Tuhan atas hidup kita

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«