suplemenGKI.com

Bacaan : Mazmur 37 : 1 – 11

Tema : Jangan marah kepada orang fasik

PENGANTAR
Pada suatu ketika terjadi sebuah obrolan santai antara seorang aktifis gereja dengan hamba Tuhan. Dalam perbincangan tersebut si aktifis bertanya kepada hamba Tuhan, kira-kira begini, “Bapak… kenapa ya, si A itu hidupnya tidak sungguh-sungguh beriman kepada Tuhan kok usahanya terus berhasil, sedangkan saya, sudah setia kepada Tuhan dan bekerja keras tapi hasilnya kok biasa-biasa saja. Mendengar pertanyaan tersebut si hamba Tuhan menjelaskan, bahwa terkadang orang benar menjadi iri dan marah kepada Tuhan karena orang fasik “kelihatannya” berhasil, lebih maju dalam usahanya sedangkan orang benar biasa-biasa saja. Melalui pengalaman pemazmur kita diajak melihat bagaimana kehidupan orang beriman dalam menyikapi akan hal itu.

PEMAHAMAN

  1. Apa nasehat pemazmur dalam menghadapi orang fasik ? ( ayat 1-2 )
  2. Bagaimana seharusnya orang beriman menjalani kehidupan ini ? ( ayat 3 – 11 )

Pemazmur memberikan dorongan dan nasehatnya kepada orang-orang beriman dalam menjalani kehidupan di tengah-tengah orang yang jahat (fasik) yang hidupnya kelihatannya penuh dengan kemakmuran. Oleh sebab itu pemazmur menasehati orang-orang percaya supaya mereka “jangan marah” kepada orang fasik dan jangan iri hati kepada orang yang curang, karena baik orang fasik maupun orang curang hidupnya seolah-olah enak namun semuanya itu, pada akhirnya akan hancur. Jika demikian bagaimana seharusnya kita bersikap dalam menjalani hidup ini ? Pemazmur memberikan kuncinya. Pertama : Percayalah kepada Tuhan dan lakukanlah yang baik (ayat 3). Di sini kita diajar untuk berserah dan bersandar kepada Tuhan. Ia adalah Allah yang berkuasa atas hidup kita dan berkuasa untuk menghukum orang jahat. Orang-orang percaya harus mampu mengalahkan kejahatan dengan perbuatan baik. Kedua : Bergembiralah karena Tuhan ( ayat 4 ). Kalimat bergembiralah karena Tuhan arti yang sebenarnya adalah kita harus mencari kebahagiaan di dalam Tuhan. Pemazmur mengingatkan agar orang percaya jangan sampai terpancing terhadap kemakmuran yang semu, yang apabila hilang maka tidak ada sukacita. Ketiga : Serahkanlah hidupmu kepada Tuhan dan percayalah kepada-Nya ( ayat 5 ). Pemazmur sadar bahwa dirinya adalah manusia yang lemah dan terbatas. Ia tidak akan mampu menjalani kehidupan yang keras dan jahat ini. Untuk itu ia menyerahkan hidupnya dibawah perlindungan Tuhan serta membiarkan dirinya dipimpin Tuhan. Begitu juga seharusnya dengan kita. Keempat : Berdiam dirilah di hadapan Tuhan dan nantikanlah Dia ( ayat 7 ). Ketika kelakuan orang jahat semakin keterlaluan kita harus menyerahkan kepada Tuhan karena Tuhan yang akan bertindak menghukum. Menghakimi dan menghukum orang jahat adalah haknya Tuhan, yang perlu kita lakukan adalah mengasihi siapapun termasuk orang fasik.  Itulah yang harus kita lakukan sebagai orang benar.

REFLEKSI
Marilah kita merenungkan : Ketika anda melihat orang fasik/jahat hidupnya makmur, bagaimana sikap anda ? Pernahkah anda marah kepada mereka ?

TEKADKU
Ya Tuhan, berikanlah sikap yang bijaksana kepada saya dalam menghadapi orang-orang fasik di jaman modern ini.

TINDAKANKU
Saya harus bisa melakukan kebaikan kepada siapapun termasuk kepada orang fasik.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*