suplemenGKI.com

Rabu, 20 April 2016

19/04/2016

PUJI-PUJIAN BAGI TUHAN ( bagian 1 )

Mazmur 148:1-6

 

Pengantar

Maka jiwaku pun memujiMU

Sungguh besar Kau Allahku

Maka jiwaku pun memujiMu

Sungguh besar Kau Allahku

Syair lagu di atas merupakan bagian refrein dari lagu “Bila ku lihat bintang gemerlapan” yang diambil dari Kidung Jemaat nomor 64. Lagu ini mengajak kita untuk memuji kebesaranNya. Memuji Tuhan ternyata memberikan sukacita tersendiri bagi orang percaya. Dengan memuji Tuhan, kita bisa mengingat bagaimana pertolonganNya yang sungguh nyata. Bahkan dengan memuji Tuhan semakin membuat kita terpesona dan kagum akan kebesaran Tuhan. Memuji Tuhan harus dilakukan setiap waktu. Bukan hanya di saat sukacita kita memuji Tuhan, tetapi juga di saat duka. Mazmur 148 mengajak kita dan seluruh ciptaanNya untuk selalu memuji Tuhan. Mengapa demikian? Pada bagian pertama ini kita akan melihat siapa-siapa yang seharusnya layak untuk memuji Tuhan dan mengapa harus memuji Tuhan.

Pemahaman

  • Ayat 1-4    : Kepada siapa sajakah Pemazmur mengajak untuk memuji Tuhan?
  • Ayat 5-6   : Apa yang telah diperbuat oleh Tuhan sehingga semuanya harus memuji Tuhan?

Mazmur 148 seringkali dianggap sebagai mazmur yang paling khidmat dan sungguh-sungguh dari semua makhluk. Pemazmur ingin mengungkapkan semua makhluk ciptaanNya harus memuji-muji Tuhan.  Nyanyian puji-pujian ini oleh orang Yahudi dipakai sebagai sembahyang pagi. Orang-orang Yahudi sangat meluhurkan Tuhan. Di ayat 1, pertama-tama Pemazmur mengarahkan pandangannya bahwa seisi Surga harus memuji Tuhan. Seisi Surga yang dimaksud adalah para penghuni Surga yaitu para malaikat dan para tentaraNya. Barulah sesudah itu Pemazmur mengajak benda-benda penerang, langit dan air untuk memuji Tuhan ( v. 2-4 ). Semuanya itu ditujukan kepada Tuhan. Mengapa Pemazmur mengajak ciptaanNya untuk memuji Tuhan? Di ayat 5-6 Pemazmur mengungkapkan alasannya, yaitu:

  1. Semuanya tercipta hanya dengan perkataan Allah saja. Allah yang menciptakan mereka dan menempatkannya sesuai dengan fungsi masing-masing.
  2. Allah sendiri yang menopang ciptaanNya. Allah yang berdaulat penuh atas ciptaanNya.

Jadi melalui ayat 1-6 ini Pemazmur mengajak semua ciptaanNya untuk memuji-muji Tuhan sebab Tuhan berkuasa atas ciptaanNya.

Refleksi
Pandanglah langit yang luas dan mentari terbit di pagi hari. Semua yang diciptakan oleh Tuhan menunjukkan kebesaranNya atas semesta. Dengan kuat kuasaNya Ia berfirman dan semuaNya jadi. Sudahkah kita selalu memuji Tuhan karena kekuasaan dan kedaulatanNya atas seluruh ciptaan?

Tekad
Tuhan, aku mau memujiMu di hidupku. Tidak ada yang dapat kubanggakan karena semua yang ada di dunia ini adalah milikMu. Aku ingin memujiMu setiap saat, atas kebesaran yang Kau tunjukkan kepadaku.

Tindakan
Hari ini aku akan mengambil kesempatan untuk menghayati dan merenungkan kebesaran serta kedaulatanTuhan. Aku mau bersyukur, bermazmur dan memuji namaNya apa pun yang kualami.

 

 

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«