suplemenGKI.com

Keluaran 2:1-10

 

Ketidakmungkinan Mendorong Kita untuk Datang Kepada TUhan

 

Pengantar
Kisah kelahiran Musa ini merupakan peristiwa yang terjadi dalam suasana mencekam, sebagaimana yang kita renungkan dalam dua hari terakhir ini. Setelah Firaun gagal lagi dan gagal lagi dalam upaya menekan populasi bangsa Israel, maka langkah terakhirnya adalah membuang semua bayi laki-laki ke sungai Nil. Hari ini kita akan melihat bagaimana karya Allah yang luar biasa kembali nyata melalui kisah kelahiran Musa ini.

 

Pemahaman

- ay. 2               : Mengapa bayi Musa harus disembunyikan selama tiga bulan?

- ay. 5               : Hal apa saja yang dapat kita lihat sebagai campur tangan Allah dalam
kisah ini?

 

Ada sebuah cerita yang mungkin bisa menjelaskan mengapa raja Mesir itu sedemikian takutnya sehingga tega membunuh anak-anak lelaki Israel. Diceritakan bahwa suatu hari Firaun bermimpi, di hadapannya ada sebuah neraca. Pada sisi yang satu, neraca itu berisi orang-orang Mesir, sedangkan di sisi lain hanya berisi seekor domba. Kemudian Firaun memanggil para ahli nujumnya untuk menerjemahkan arti mimpi tersebut. Para ahli nujum itu kemudian menjelaskan bahwa arti mimpi itu adalah akan lahir seorang “ksatria” dari antara orang Israel yang akan menghancurkan Mesir. Jadi nampaknya ketakutan Firaun bukan hanya secara jumlah bangsa Israel akan lebih banyak daripada bangsa Mesir, tetapi memang merasakan adanya potensi ancaman seperti mimpinya itu.

Di sisi lain, Amram dan Yokhebed mendapat anugerah seorang putra yang cukup elok. “Aura” bayi Musa itu sepertinya bukan hanya secara fisik saja, sebab dalam kitab Kisah Para Rasul 7:20 dikatakan bahwa Musa itu elok di mata Allah. Keelokan Musa ini mendorong orangtuanya untuk melakukan misi penyelamatan. Mereka menyembunyikan Musa. Akan tetapi semakin lama tentu semakin banyak tetangga yang mendengar tangisan si bayi. Itu berarti cepat atau lambat, para tentara Mesir juga akan mengetahui keberadaan bayi itu. Maka tidak ada pilihan lain selain “melepas” Musa. Namun tidak demikian halnya dengan Allah, Dia masih sanggup berkarya sekalipun umat-Nya menyatakan tidak sanggup. Allah sendirilah yang menentukan sedemikian rupa sehingga putri Firaun bisa melihat bayi yang dibuang itu serta membuatnya jatuh belas kasihan.

 

Refleksi
Perasaan putus asa seringkali menggelayut dalam diri kita, tatkala kita tidak lagi melihat adanya jalan keluar dari permasalahan hidup ini. Namun hari ini kita diingatkan tentang kemahakuasaan Allah yang tetap sanggup bekerja di dalam kemustahilan dan keputusasaan sekalipun.

 

Tekad
Doa: Ya Tuhan, tolonglah saya untuk terus percaya bahwa Engkau sanggup bekerja di dalam segala ketidakmungkinan. Amin.

 

Tindakan
Saya akan memulai hari ini dengan memperkokoh keyakinan akan kuasa Allah, dengan menyanyikan lagu “Dalam S’gala Perkara, Tuhan Punya Rencana”.

=====================================================================================

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«