suplemenGKI.com

Mazmur 125:1-5

TETAP PERCAYA

 

PENGANTAR
Mazmur 125 ini ditulis pada saat umat Israel berada di bawah kekuasaan orang-orang fasik, yaitu kerajaan Babel dengan Nebukadnezar sebagai rajanya.  Pada waktu itu tanah milik orang Israel sangat terbatas hanya di daerah Yerusalem dan sekitarnya karena dikuasai Babel. Mazmur ini merupakan nyanyian ziarah melukiskan isi hati umat Tuhan yang bergumul dalam upaya tetap percaya kepada-Nya di tengah-tengah keprihatinan hidup mereka.

PEMAHAMAN

  • Ayat 1: Bagaimana pemazmur melukiskan orang yang menjaga hati tetap percaya?
  • Ayat 2-5: Mengapa Pemazmur mengajak umat-Nya untuk tetap percaya di tengah-tengah keprihatinan hidup?  Siapakah Allah bagi pemazmur?
  • Bagaimana seharusnya hidup percaya kita hari ini?

Nyanyian ziarah dalam mazmur 125 ini menegaskan hubungan TUHAN dengan umat-Nya dalam ikatan perjanjian kekal, bahwa TUHAN sebagai Yahweh setia bagi umat-Nya.  Tentu saja umat harus merespon kesetiaan Allah itu dengan sikap hidup yang percaya dan setia.  Seperti apakah gambaran umat yang tetap percaya dan setia di tengah-tengah keprihatinan hidup?  Ayat 1 “Orang-orang yang percaya kepada TUHAN adalah seperti gunung Sion yang tidak goyang, yang tetap untuk selama-lamanya”.  Umat yang percaya ‘seperti gunung Sion yang tidak goyah’.  Itulah gambaran sekaligus ajakan yang pemazmur nyatakan bagi umat agar menjaga hatitetappercaya kepada-Nya.Percaya artinya menyerahkan seluruh totalitas hidup hanya kepada TUHAN dalam segala keadaan dan sama sekali tidak menggantungkan hidup kepada diri sendiri, orang lain atau allah lain.

Pemazmur memiliki alasan yang kuat mengapa umat harus tetap percaya dalam segala keadaan:  Pertama, TUHAN yang setia itu menjamin keselamatan sebab Dia selalu berada di sekeliling umat-Nya selama-lamanya (ay.2).  Tak ada musuh (persoalan, kesulitan hidup, dll) yang mampu menembus pertahanan keselamatan (penyertaan, pertolongan, kekuatan, penghiburan) bagi umat-Nya, karena Dia setia.  Jaminan ini bersifat kekal.  Kedua, kebaikan TUHAN menyertai orang baik dan tulus hati serta mengenyahkan orang fasik (ay.4-5). Di tengah-tengah penindasan yang dilakukan orang-orang fasik, pemazmur menyatakan bahwa TUHAN Maha Tahu dan bersikap adil terhadap umat-Nya.  Dia akan melakukan kebaikan bagi orang yang baik dan orang fasik akan dienyahkan.   Inilah perbuatan yang Allah nyatakan kepada umat yang setia kepada-Nya.  Ketiga, damai sejahtera diberikan bagi umat-Nya (ay.5). Hanya TUHAN yang dapat memberikan damai sejahtera sejati kepada umat-Nya. Damai-Nya mengalahkan situasi dan kondisi yang terjadi, karena damai sejahtera-Nya lebih besar dari masalah apa pun yang kita hadapi.

REFLEKSI
Mari ucapkan syukur atas kesetiaan Allah dalam hidup kita.  Belajar dari alasan pemazmur yang mengajak umat setia kepada-Nya, mari merenungkan bagaimana karya dan kesetiaan Tuhan dalam hidup kita?  Ucapkanlah syukur!!

TEKADKU
Tuhan sebagai wujud ucapan syukurku, tolong peliharalah kesetiaanku sebagai umat-Mu, agar kami berkenan kepada-Mu.
TINDAKANKU
Aku mau belajar terus setia …… (berdoa, beribadah, baca firman, melakukan perintah-Mu, berserah pada kehendak-Mu, dll)  meskipun ada banyak persoalan dan kesulitan dalam hidupku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*