suplemenGKI.com

Rabu, 2 Oktober 2019

01/10/2019

Mazmur 37:1-6

KEBAHAGIAAN SEJATI

 

Pengantar
Setiap kali mendengar kata kebahagiaan, saya selalu mengingat kisah hidup seorang perempuan yang mengalami kebutaan sejak anak-anak. Perempuan itu adalah Fanny Jane Crosby. Dia lahir pada 24 Maret 1820. Pada waktu dia baru berumur 6 (enam) minggu, dia menderita infeksi mata. Lalu karena kesalahan pengobatan mata Fanny yang masih bayi itu menjadi buta total. Kondisi itu bertambah parah lagi karena beberapa bulan kemudian ayah Fanny meninggal dunia. Dan untuk menghidupi keluarganya, ibunya bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Fanny yang buta dan masih kecil dititipkan kepada neneknya. Dengan sabar, sang nenek mendidik Fanny, mengajarkan cara berdoa juga menghafal ayat-ayat Alkitab.

Salah satu lagu karangan Fanny Jane Crosby berjudul “Kuberbahagia” merupakan nyanyian yang luar biasa. Lagu itu mewakili pemikiran dan perasaan Fanny tentang arti dan makna kebahagiaan sesungguhnya. Bagi Fanny Jane Crosby hal-hal lahiriah tidak akan membawa manusia pada kebahagiaan sejati, karena kebahagiaan yang sejati hanya dapat tercapai apabila manusia hidup dalam Kristus.

Pemazmur dalam nyanyiannya juga menyampaikan pengajaran penting bagaimana kebahagiaan yang sejati itu bisa dicapai. Pemazmur mengingatkan agar umat tidak terjebak pada kebahagiaan yang semu dan sia-sia.

Pemahaman

Ayat 1-2               Nasihat yang disampaikan pemazmur mengenai sikap hidup yang benar ?
Ayat 3-4               Kepada siapakah manusia seharusnya meletakkan kepercayaan mereka ?
Ayat 5-6               Mengapa kepercayaan kepada Allah harus diikuti penyerahan diri kepada Allah ?

Menyaksikan orang-orang fasik menjadi kaya dan makmur membuat orang lain iri dan cemburu. Orang fasik hidup dalam kenyamanan dan kenikmatan oleh karena segala hal yang mereka miliki, namun orang-orang yang mengikut Allah justru merasakan penderitaan. Dilatarbelakangi oleh kondisi itulah pemazmur menyampaikan pengajarannya. Pemazmur mendorong setiap orang untuk tidak iri dan cemburu terhadap segala sesuatu yang dimiliki oleh orang-orang fasik (ayat 1). Semua yang mereka miliki adalah semu dan bahkan hidup orang fasik akan menuju kebinasaan (ayat 2).

Pemazmur menyadari bahwa kebahagiaan sejati hanya bisa dicapai dengan membangun sikap hidup yang benar dihadapan Allah. Dan itu dimulai dengan kepercayaan yang penuh kepada Allah (ayat 3). Setiap orang yang menaruh kepercayaan atau imannya kepada Allah didorong untuk hidup benar dan terbuka untuk melakukan berbagai kebaikan dalam hidupnya (ayat 4). Namun kepercayaan kepada Allah juga haruslah disempurnakan dengan penyerahan penuh kepada Allah. Menyerahkan hidup sepenuhnya kepada Allah berarti bersandar penuh dan tanpa ragu kepada Allah (ayat 5)

Refleksi
Menurut pandangan Pemazmur kebahagiaan sejati hanya bisa tercapai disaat manusia sepenuhnya percaya dan berserah kepada Allah. Tanpa semuanya itu manusia tidak akan pernah mencapai kebahagiaan sejati dalam hidupnya.

Tekadku
Ya Allah, mampukan kami untuk senantiasa hidup dalam kebenaran. Jangan biarkan kami mencapai hal-hal lahiriah dan mengabaikan Engkau dalam hidup kami. Kami ingin mencapai kebahagiaan yang sejati, bukan kebahagiaan yang semu

Tindakanku
Tekun membaca firman TUHAN agar dapat mengetahui hal-hal benar yang Allah kehendaki untuk dilakukan. Menerapkan sikap hidup yang baik dan benar.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«