suplemenGKI.com

Rabu, 2 Mei 2018

01/05/2018

SUKACITA MEMUJI TUHAN

Mazmur 98:4-6

 

Pengantar
Kemarin kita telah merenungkan kasih setia Tuhan kepada Israel umat pilihan-Nya. Sekalipun Israel berulang kali memberontak pada Tuhan dan sedang terpuruk di pembuangan Babel, Allah tetap menyelamatkan mereka. Allah mengukuhkan perjanjian-Nya dengan leluhur mereka dengan merancangkan kebaikan di masa mendatang.  Penyertaan, pemulihan, dan pemeliharaan Allah selalu ada dalam hidup umat Israel. Demikian pula dengan kita. Allah juga menyatakan kasih setia-Nya sehingga kita dapat melihat bahwa Allah yang kita sembah adalah Allah yang hidup dan berkuasa. Renungan hari ini mengajak kita untuk bersukacita memuji Tuhan atas kasih setia-Nya yang besar.

Pemahaman

  • Ayat 4             : Siapakah yang diajak pemazmur untuk bersorak-sorak dan bermazmur bagi Tuhan?
  • Ayat 5-6         : Bagaimana cara pemazmur mengungkapkan sukacitanya dalam memuji Tuhan?

Pemazmur merasakan bagaimana Allah menolong umat-Nya terlepas dari penderitaan. Perbuatan dan tindakan yang dilakukan oleh Tuhan sungguh telah melepaskan dari segala mara bahaya yang mengancam jiwa. Pemazmur menyadari bahwa hanya oleh kemurahan dan belas kasih Allah yang memampukan kaum Israel untuk tetap bertahan. Oleh karena itulah, pemazmur mengajak segala yang di bumi untuk bersorak-sorak dan bermazmur bagi Tuhan (ayat 4). “Bergembiralah, bersorak-sorailah, dan bermazmurlah”, merupakan kata-kata yang digunakan oleh pemazmur untuk mengungkapkan sukacitanya dalam memuji Tuhan, sekaligus ajakan bagi orang lain untuk turut bersukacita memuji Tuhan. Pemazmur mengungkapkan sukacitanya dalam memuji Tuhan dengan diiringi kecapi, nafiri, sangkakala, dan menyanyi dengan lagu yang nyaring (ayat 5-6). Ungkapan sukacita pemazmur merupakan ungkapan hidup yang baru, hati yang bersyukur, hati yang percaya pada karya keselamatan Allah. Bahkan dalam pujian itu juga mengandung Pujian itu hanya ditujukan kepada Tuhan yang telah memulihkan dan memberikan keadilan bagi umat-Nya. Demikian pula dengan kita. Sebagai umat percaya yang telah menerima kasih setia Tuhan, kita juga dapat mengungkapkan sukacita melalui nyanyian bagi Tuhan. Nyanyian bagi Tuhan yang dilakukan dengan sukacita dapat menjadi kekuatan serta penghiburan bagi diri sendiri maupun orang lain.

Refleksi
Pejamkan mata sejenak. Ambil dan hembuskan nafas secara perlahan, lakukan hingga beberapa kali. Renungkanlah: apa yang telah saudara lakukan selama ini ketika kesesakan datang menghampiri? Menggerutu atau memuji Tuhan? Ingatlah bahwa kasih setia Tuhan jauh melebihi setiap persoalan kita. Dengan kasih setiaNya, Ia akan memulihkan, memberkati, dan memberi hati yang baru. Sudah selayaknya kita memakai mulut kita untuk memuji dan memuliakan nama-Nya dengan penuh sukacita.

Tekadku
Tuhan, berikanlah aku sukacita untuk memuji dan memuliakan nama-Mu. Sebab kasih setia-Mu besar mengatasi segala apa yang ada di bumi.

Tindakanku
Untuk mengawali hari ini, aku tidak akan mengeluh dan menggerutu atas persoalan hidupku. Aku akan bernyanyi  memuji Tuhan yang telah menunjukkan kasih setia-Nya kepadaku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»